detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 19:25 WIB

Viral Sopir Tuduh Petugas Timbang di Ngawi Pungli, Hindari Tilang?

Sugeng Harianto - detikNews
Viral Sopir Tuduh Petugas Timbang di Ngawi Pungli, Hindari Tilang? Surat tilang truk yang kelebihan beban/Foto: Sugeng Harianto
Ngawi - Seorang sopir memarahi petugas jembatan timbang (JT) di Ngawi hingga videonya viral. Menurut pihak Kemenhub Ngawi, sopir tersebut hanya sedang berusaha menghindari tilang.

Karena saat petugas di Ngawi meminta bukti hasil timbangan di Bali atau di kota sebelumnya, sang sopir tidak bisa menunjukkannya. Sopir bernama Malik itu hanya terus-terusan mengeyel.

"Tidak mau menunjukkan apa-apa. Cuma ngeyel dan ngeyel tidak mau ditilang. Dia melebihi muatan," kata Koordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel) Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kemenhub Ngawi, Tri Handono kepada detikcom di kantornya, Kamis 15/8/2019).


Berat muatan truk bernopol S 8163 UB yang mengangkut jeruk itu mencapai 11.380 kg. Padahal jumlah berat maksimal angkutan truk, lanjut Tri, hanya sampai 7.500 kg. Itu artinya, truk tersebut kelebihan beban 3.880 kg.

"Batas normalnya maksimal hanya 7,5 ton dan punya dia (Malik) 11,3 ton jelas melanggar. Akhirnya petugas saya memberi surat tilang agar ikut sidang. Akhirnya marah dan ngevlog itu," ujarnya.


Menurut Tri, dari Bali hingga Ngawi sang sopir tidak pernah masuk ke jembatan timbang dengan alasan tutup. Padahal jembatan Timbang di Rejoso dan Guyangan Nganjuk masih buka pelayanan.

"Saya sinyalir dari Bali ke sini (Ngawi) tidak masuk ke jembatan timbang. Katanya nggak ada timbangan buka. Padahal timbangan sudah buka Rejoso buka, Guyangan Nganjuk buka semua," lanjutnya.

Ia menambahkan, petugas JT yang piket pada Senin (12/8) memberikan tilang dan harus sidang tanggal 30 September mendatang.

Sebelumnya diberitakan, video seorang sopir marah-marah kepada petugas JT di Ngawi viral di media sosial Facebook. Dalam video berdurasi tiga menit 13 detik itu, sang sopir menuduh petugas JT melakukan pungli atau kecurangan dengan menambahkan beban timbangan.

Cekcok tersebut terjadi di Jembatan Timbang Jalan Raya Ngawi-Solo, Widodaren, Ngawi. Kepada petugas, sang sopir mengaku jika hasil penimbangan di Bali menunjukkan berat total kendaraan bermuatan jeruk yang ia kemudikan tidak sampai 10 ton.



Video Pelajar Tuntut Penegakan Sila Ke-5 Pancasila, Usai Ditilang:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed