detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 14:03 WIB

Pesan Ketua Kwarnas di Hari Pramuka yang Disampaikan Khofifah

Titania Dewanti - detikNews
Pesan Ketua Kwarnas di Hari Pramuka yang Disampaikan Khofifah Gubernur Khofifah di antara peserta upacara Hari Pramuka/Foto: Titania Dewanti
Surabaya - Ada lima pesan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang disampaikan di Jatim. Mulai dari soal merebaknya KKN hingga Gerakan Pramuka yang diharapkan bisa membangun karakter generasi penerus.

Upacara peringatan Hari Pramuka ke-58 di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ia yang merupakan Ketua Mabida Gerakan Pramuka Jawa Timur bertindak sebagai pembina upacara.


"Peringatan dari Hari Pramuka merupakan wujud dari rasa syukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan berkah persatuan dalam satu wadah tunggal Gerakan Pramuka." ujar Khofifah, Rabu (14/8/2019).

Apel pagi digelar dengan tema 'Bersama Segenap Komponen Bangsa, Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI". Selaku pembina upacara, Khofifah menyampaikan beberapa hal terkait keadaan NKRI saat ini.


Mulai dari isu sosial dan budaya hingga keadaan alam di Indonesia yang tidak dapat diprediksi. Khofifah menyampaikan pesan mewakili Budi Waseso selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Berikut lima pesan yang disampaikan Khofifah:

1. Merebaknya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepostisme), terpaparnya radikalisme dan terorisme serta maraknya penyalahgunaan narkoba. Hal ini dapat mengganggu integritas, kemajuan dan produktivitas bangsa, jika tidak mengambil langkah kolektif, antisipatif dan komprehensif.

2. Dilakukan proteksi terhadap produk pertanian. Maka Gerakan Pramuka diharapkan bersama bisa meningkatkan daya saing produk pertanian serta memaksimalkan konsumsi produk pertanian dalam negeri atau produk lokal.

3. Antisipasi Gerakan Pramuka secara signifikan terhadap bencana alam. Diharapkan seluruh gerakan pramuka untuk saling koordinasi dengan seluruh instansi yg memiliki kewenangan terutama untuk penanganan bencana alam.

4. Bagaimana Gerakan Pramuka bisa memiliki sensitivitas terhadap sampah. Artinya tercipta perhatian terhadap lingkungan. Dapat dilakukan gerakan recycling, reduce, reuse, recycle sampah plastik, minimal jadi kompos. Mengimbau juga untuk menggunakan plastik sekali pakai.

5) Gerakan Pramuka diharapkan jadi efektivitas untuk membangun karakter generasi penerus. Sore hari ini akan diluncurkan permohonan ke Presiden mengenai Gerakan Pramuka pra siaga di Jakarta. Sehingga, anak usia 7 tahun diharapkan bisa masuk dalam peluncuran gerakan tersebut. Artinya Gerakan Pramuka dimulai dari PAUD, sehingga disebut sebagai Gerakan Pra Siaga.

Mekanisme yang akan dilakukan dalam Gerakan Pra Siaga yakni bagaimana mereka dikenalkan salam pramuka, dikenalkan lagu satya darma pramuka, pramuka sebagai wadah tunggal Gerakan Pramuka. Pengenalan NKRI diperlukan karena satu hal substansif yaitu komitmen jaga NKRI. Pola ini dimulai dari pendidikan usia dini.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed