detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 12:50 WIB

Petani Empat Desa di Pasuruan Rela Jalan Kaki 10 KM Cari Sumber Air

Muhajir Arifin - detikNews
Petani Empat Desa di Pasuruan Rela Jalan Kaki 10 KM Cari Sumber Air Petani mencari air untuk lahannya/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Ratusan petani empat desa di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, harus mencari air untuk lahan pertaniannya. Para petani ini mencari air dari sumber di kecamatan lain yang berjarak lebih 10 KM.

Para petani dari Desa Kedungpengaron, Kepuh, Lorokan, dan Randugong, terpaksa berjalan kaki naik ke Sumber Nyonya, di Kecamatan Puspo, yang berjarak 10 KM. Sumber ini yang paling dekat dengan lahan pertanian mereka.

Meski jarak garis lurus sepanjang 10 KM, ratusan petani ini menempuh jalan memutar sejauh 15 KM untuk mencapai sumber. Sumber Nyonya ini merupakan hulu dari sungai-sungai kecil yang mengarah ke berbagai lokasi. Sungai-sungai tersebut kini kering dan penuh sampah.

Para petani terpaksa menggali untuk memperdalam sungai dan bahkan membuat jalur air baru. Mereka juga membersihkan sampah baik organik maupun anorganik yang di sepanjang sungai.


"Kami menggali memperdalam sungai dan membuat jalur air untuk mengalirkan air dari Sumber Nyonya ini ke lahan pertanian kami. Ini terpaksa kami lakukan karena nggak ada solusi lain," kata Jumadin, salah seorang petani, Rabu (14/8/2019).

Kerja keras mengalirkan air ke lahan pertanian tersebut diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari. "Kami akan kerjakan sampai air tembus ke Kejayan," imbuhnya.

Kades Kepuh, Zamzami Nur, mengungkapkan dengan penggalian dan pembersihan jalur air, diharapkan air akan mengalir ke bawah hingga Sumber Gentong. Dari Sumber Gentong diarahkan ke kawasan Gunung Abang, lalu disalurkan ke persawahan.

"Petani desa kita menjerit karena gagal panen. Bersih-bersih saluran air ini nanti sampai ke bawah, sampai Sumber Gentong kemudian ke Gunung Abang. Dari sana dialirkan ke persawahan," terang Zamzami.


Menurutnya, air dari Sumber Nyonya tersebut diharapkan bisa mengairi ribuan hektar sawah di beberapa desa terutama di Desa Kedungpengaron, Kepuh, Lorokan, dan Randugong.

Di Desa Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan sebenarnya terdapat Embung Krikilan. Embung yang dibuat dengan tujuan menyimpan air sebagai cadangan saat musim kemarau tersebut juga mengering.

Para petani juga bisa melakukan pengeboran untuk mengairi sawah. Namun pengeboran membutuhkan waktu dan biaya yang tak sedikit. Sehingga petani memutuskan mencari air dari Sumber Nyonya.

Beberapa desa di kecamatan ini juga mengalami krisis air bersih. Pasokan air dari pemerintah setempat hanya cukup digunakan untuk kebutuhan dasar seperti minum dan masak.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed