Seorang Petani di Ngawi Tewas Tersetrum Saat Perbaiki Pompa Air

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 12 Agu 2019 08:56 WIB
Lokasi tempat seorang petani ditemukan tewas (Foto: dok. Istimewa)
Ngawi - Seorang petani di Ngawi Nurhadi (30) tewas tersetrum di sawah. Warga Dusun Krawut, Desa Bendo, Kecamatan Padas, itu sebelumnya izin untuk memperbaiki kelistrikan pompa air di sawah.

"Korban diduga kesetrum aliran listrik karena ada temuan beberapa luka lecet gosong di tubuhnya," kata Kapolsek Padas AKP Pujianto kepada wartawan di kantornya, Senin (12/8/2019).

Luka lecet dan gosong terdapat pada ibu jari kiri korban, telunjuk jari kiri, telapak tangan kiri, dan jari tengah tangan kiri. Dari keterangan saksi, lanjut Pujianto, korban sejak sore sudah pamit kepada keluarga untuk memperbaiki sibel (alat aliran listrik) listrik di sawah.


"Dari hasil visum ditemukan luka gosong lecet bekas sengatan listrik. Memang dari keterangan saksi dari keluarga korban sore pamit memperbaiki sibel listrik yang biasa untuk sarana mesin pompa air," terangnya.

Menurut Pujianto, korban ditemukan tewas pukul 21.00 WIB. Korban ditemukan oleh sang paman, Kasrun (50), saat ke sawah untuk mengairi tanaman padi. Korban meninggal dengan posisi duduk di tanah di dalam gubuk yang ada mesin sibel dengan memegang obeng di tangan kirinya.

"Saksi paman korban saat melihat langsung berteriak minta tolong dan ikut memanggil-manggil korban. Namun tetap tidak ada jawaban. Melihat kejadian tersebut, paman korban menyiram air tubuh korban. Ternyata korban sudah meninggal dunia," ujarnya.


Pihak keluarga menerima kematian Nurhadi dengan lapang dada. Keluarga korban tidak akan menuntut siapa pun karena tidak ada unsur penganiayaan.

Nurhadi menjadi korban tersengat listrik kedua di Ngawi dalam beberapa hari terakhir. Sabtu (10/8), petani bernama Mulyono, warga Dusun Gadung, Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, ditemukan tewas di pematang sawah. Ia tewas tersetrum aliran listrik jebakan tikus yang dibuat sendiri. (sun/fat)