detikNews
Minggu 11 Agustus 2019, 09:50 WIB

5 Hari Ekskavasi, Ujung Saluran Air Kuno di Pasuruan Belum Ditemukan

Muhajir Arifin - detikNews
5 Hari Ekskavasi, Ujung Saluran Air Kuno di Pasuruan Belum Ditemukan Saluran air kuno di Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Ekskavasi saluran air kuno di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan mengarah pada kesimpulan bahwa struktur dari batu bata itu merupakan cagar budaya. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) akan memperluas area ekskavasi.

"Dari hasil ekskavasi BPCB, saluran air di Candiwates statusnya bisa berubah menjadi cagar budaya. Tetapi memang lahannya sangat luas jadi menurut tim butuh waktu lagi untuk ekskavasi," kata Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan Ika Ratnawati saat dihubungi detikcom, Minggu (11/8/2019).

Ekskavasi saluran air kuno di Dusun Kalongan, Desa Candiwates dilakukan sejak Senin-Jumat. "Penggalian akan kembali dilanjutkan Senin depan," terang Ika.

Selama 5 hari ekskavasi, tim menggali sepanjang kurang lebih 30 meter. Hasil galian berupa sambungan saluran air kuno dari galian sebelumnya.

"Saluran ini kan dari ketinggian menuju ke bawah. Memanjang dari selatan ke utara. Tapi tim belum menemukan ujung dari saluran air," kata Koordinator Wilayah Pasuruan BPCB Jatim, Sulikhin.


Sulikhin mengatakan BPCB siap meneruskan ekskavasi sampai tuntas. Pihaknya mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

"Ekskavasi awal pada Desember 2018 itu memakai anggaran dari BPCB. Selanjutnya kewajiban pemerintah daerah. Tapi Disbudpar Kabupaten Pasuruan sudah berkomitmen soal anggaran," terang Sulikhin.

Kades Candiwates, Ahmad Irfan, yang fokus dengan kegiatan ekskavasi mengatakan, penggalian sempat menabrak saluran irigasi. Pihak desa bersedia mengalihkan arah pipa irigasi agar tidak mengganggu.

"Warga tak masalah memindahkan arah pipa. Tak ada masalah," terang Irfan.


Menurut Irfan, jika penggalian meluas ke lahan warga yang lain, pihaknya akan membantu berkomunikasi dengan pemilik lahan.

"Lahan yang digali sekarang kan masih di lahan Pak Prawoto. Kalau diputuskan penggalian meluas dan mengarah ke lahan warga lain, kami akan melakukan sosialisasi," lanjut Irfan.

Berdasarkan yang terlihat selama ekskavasi, secara umum kondisi bangunan saluran air masih utuh. Terdapat beberapa kerusakan namun bisa dipugar karena modelnya sudah ditemukan.

Saluran air kuno ini berada pada kedalaman 80 sentimeter hingga 1 meter di bawah tanah. Bangunan yang ditemukan berpangkal di Jalan Dusun Kalongan di sisi selatan memanjang ke utara dan belum diketahui muara atau ujungnya. Saluran air kuno ini berada di lahan milik Prawoto (50), warga setempat.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com