detikNews
Kamis 08 Agustus 2019, 19:31 WIB

CS Bank di Mojokerto Gelapkan Rp 2 Miliar Milik Nasabah untuk Judi Online

Enggran Eko Budianto - detikNews
CS Bank di Mojokerto Gelapkan Rp 2 Miliar Milik Nasabah untuk Judi Online Teller bank menilap uang nasabah segera disidangkan. (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Seorang pegawai bagian customer service (CS) Bank BUMN di Pungging, Mojokerto, mencuri dana 23 nasabah. Akibat ulah tersangka, pihak bank rugi lebih dari Rp 2 miliar.

Kasus pencurian dana nasabah ini ditangani Polres Mojokerto. Hari ini penyidik melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto. Tersangka Vionita Rizki Yuhandari (25), warga Desa Wonoanti, Kecamatan gandusari, Trenggalek, kini menjadi tahanan kejaksaan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Rudy Hartono mengatakan berkas penyidikan kasus penggelapan dana nasabah Bank BUMN ini telah lengkap (P21). Oleh sebab itu, pihaknya akan segera menyidangkan kasus ini.

"Tersangka VRY, seorang customer service Bank BUMN ini melakukan perbuatannya secara berulang dan berlanjut sejak Februari sampai Agustus 2018," kata Rudy kepada wartawan di Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Jalan RA Basuni, Sooko, Kamis (8/8/2019).


Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Arie Satria menjelaskan tersangka menggunakan dua modus untuk mencuri tabungan nasabah. Cara pertama dengan mengaktifkan kartu debit tanpa sepengetahuan nasabah.

Agar bisa mengaktifkan kartu debit nasabah, tersangka mencuri kartu ATM baru dan card service dari ruangan Kepala Unit bank BUMN Sigit Budiyantoro. Sigit sendiri berstatus saksi dalam kasus ini.

"Tersangka kemudian masuk ke menu web banking service (WBS) menggunakan komputer kerja tersangka. Masuknya menggunakan password persetujuan (approval) aplikasi WBS, PIN aktivasi kartu debit dan card service yang diambil tersangka saat saksi tidak di ruangan. Tersangka kemudian mengaktifkan kartu debit tanpa sepengetahuan nasabah pemilik rekening," terangnya.

Modus kedua dilakukan tersangka dengan memblokir kartu ATM nasabah. Selanjutnya tersangka menggunakan modus pertama untuk menerbitkan kartu debit baru tanpa sepengetahuan nasabah.

Dengan kartu ATM baru, tersangka mentransfer dana nasabah menggunakan mesin electronic data capture (EDC) yang ada di meja kerjanya. Dana nasabah ditransfer ke rekening penampungan dana nasabah.

"Kartu dan PIN ATM rekening tersebut dikuasai tersangka. Kemudian dana digunakan untuk kepentingan tersangka," ungkap Arie.


Selama Febuari sampai Agustus 2018, kata Arie, tersangka berhasil menguras dana 23 nasabah. Akibatnya, Bank BUMN harus menanggung kerugian Rp Rp 2.062.266.000.

"Uang itu salah satunya untuk membiayai judi bola yang dilakukan suami tersangka," jelasnya.

Akibat perbuatannya, Vionita dijerat dengan Pasal 49 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dan Pasal 374 juncto Pasal 64 KUHP. Ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara sudah menantinya.



Tonton Video Duh! ATM Dinar Candy Diblokir karena Terlibat Iklan Judi Online:

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com