detikNews
Kamis 08 Agustus 2019, 19:09 WIB

Rusunawa di Mojokerto Rampung, Pekerja Tinggalkan Utang Puluhan Juta di Warung

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rusunawa di Mojokerto Rampung, Pekerja Tinggalkan Utang Puluhan Juta di Warung Rusunawa di Kota Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kota Mojokerto telah usai. Namun para pekerja proyek ini meninggalkan utang Rp 36 juta.

Utang itu ditinggalkan para pekerja di tiga warung dan dua rumah kos. Kini para pemilik warung dan pengusaha kos bingung harus menagih ke mana.

Salah seorang korban adalah Suparmi (49), pemilik warung nasi tepat di sebelah utara rusunawa, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Jarak warung ini hanya sekitar 10 meter dari rusunawa.

Suparmi mengatakan, bersama suaminya, Suliono (49), ia membuka warung sejak Agustus 2018. Awalnya ia hanya menjual ketan, tempe penyet, dan gorengan. Saat itu pembangunan rusunawa sedang berjalan. Tiga hari setelahnya, seorang mandor proyek rusunawa mendatangi warungnya.

"Saya diberi uang Rp 1 juta oleh Pak Darminto, ngakunya mandor proyek pembangunan rusunawa, supaya anak buahnya bisa makan di sini dengan lauk seadanya," kata Suparmi saat berbincang dengan detikcom di warung miliknya, Kamis (8/8/2019).

Saat itu, lanjut Suparmi, jumlah pekerja pembangunan rusunawa lebih dari 20 orang. Dalam sehari, setiap pekerja makan di warungnya 3-5 kali. Tidak hanya makan, mereka juga mengambil rokok, kopi, es, dan gorengan. Menurut dia, mandor proyek tak membatasi makan anak buahnya.

"Awalnya pembayaran lancar. Pak Darminto membayar utang pekerjanya tiga minggu sekali. Sekali bayar paling sedikit Rp 18 juta, paling banyak Rp 33 juta," ujarnya.


Pembayaran mulai tersendat menjelang tuntasnya pembangunan rusunawa. Menurut Suparmi, selama April 2019 saja, utang 15 pekerja proyek mencapai Rp 8,73 juta. Sedangkan selama Mei 2019, utang 10 pekerja mencapai Rp 6,941 juta. Selain itu, utang seorang pekerja pengecatan selama Mei 2019 Rp 207 ribu.

"Tunggakan di warung saya totalnya Rp 15.878.000. Saat itu saya tagih ke Pak Darminto katanya gajian karyawan belum cair. Saya percaya saja karena biasanya pembayaran lancar," terangnya.

Karena proyek rusunawa telah tuntas, tambah Suparmi, para pekerja proyek pulang ke daerah masing-masing pada 3 Juni 2019. Menurut dia, mandor Darminto sempat pamit kepada dirinya sembari menyerahkan uang Rp 2 juta dan sepeda motor Suzuki Satria FU beserta STKN-nya.

"Janjinya Pak Darminto ke sini lagi untuk melunasi dan ambil motornya, tapi sampai sekarang tidak pernah ke sini," ungkap ibu satu anak ini.

Para pekerja proyek rusunawa juga menumpuk utang di warung Susi Jayanti (37). Warung ibu dua anak ini terletak di belakang sebelah utara rusunawa. Menurut dia, ada 10 pekerja proyek rusunawa yang makan di warungnya sejak April sampai Mei 2019. Total utang para pekerja mencapai Rp 8,299 juta.

"Awalnya mandor Ibrahim ke sini akan tanggung jawab atas semua utang pekerjanya. Yang berutang anak konstruksi bangunan. Makan, minum, gorengan. Belum pernah dibayar sama sekali," jelasnya.


Sampai proyek rusunawa selesai, tambah Susi, mandor tak pernah datang untuk membayar tagihan para pekerjanya. "Sudah saya tagih, hanya disanggupi. Saya disuruh sabar, katanya gajian mereka belum cair," tegasnya.

Utang para pekerja juga menunggak di warung milik Agus Hartini sebesar Rp 9,646 juta. Selain itu, biaya sewa kamar kos juga belum dibayar. Nilainya Rp 1,4 juta di rumah kos Susio dan Rp 900 ribu di rumah kos milik Hari. Total tunggakan para pekerja proyek mencapai Rp 36,123 juta.

Kabag Humas Pemkot Mojokerto Hatta Amrulloh menjelaskan, pembangunan rusunawa dilaksanakan oleh Kementerian PUPR. Menurut dia, PT Mina Fajar Abadi terpilih sebagai pemenang lelang proyek tersebut.

Kendati begitu, pihaknya tetap mengupayakan agar tunggakan dibayar oleh pihak rekanan. Karena para pemilik warung dan rumah kos adalah warga Kota Mojokerto.

"Ada dana jaminan pekerjaan untuk masa pemeliharaan Rp 1 miliar lebih yang masih di Kementerian PUPR. Nantinya dana itu bisa diambil pihak rekanan jika semua proyek sudah tuntas, termasuk urusan dengan warung dan lain-lain," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com