detikNews
Kamis 08 Agustus 2019, 14:17 WIB

Perda Miras Digedok, Minol di Atas 5% Dilarang Dijual di Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Perda Miras Digedok, Minol di Atas 5% Dilarang Dijual di Lamongan Rapat paripurna DPRD Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Perda tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol di Lamongan disahkan melalui rapat paripurna DPRD Lamongan. Dalam perda ini disebutkan minuman beralkohol (minol) golongan B dan golongan C resmi tidak boleh beredar di Lamongan.

Anggota Pansus DPRD Lamongan Saim mengatakan, setelah disahkan menjadi perda, minuman beralkohol golongan B dan C secara resmi tidak diperbolehkan beredar di seluruh wilayah Lamongan. Menurut Saim, perda tersebut menyebutkan minuman beralkohol golongan B adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol dengan kadar 5-20 persen.

"Sedangkan minuman beralkohol golongan C adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol dengan kadar 20-55 persen," kata Saim kepada wartawan, Kamis (8/8/2019).


Saim menjelaskan perda ini juga menyebutkan tempat-tempat yang dilarang untuk menjualnya. Beberapa tempat tersebut, menurut Saim, adalah fasilitas umum, gelanggang olahraga, arena permainan, pedagang kaki lima, terminal, stasiun, kios-kios kecil, penginapan, pasar tradisional, dan bumi perkemahan.

"Larangan tersebut juga berlaku di tempat ibadah, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan tempat tertentu lainnya yang ditetapkan oleh Bupati," kata Saim.

Saim menegaskan Perda tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol di Lamongan ini mengatur pembatasan peredaran minuman keras dan memilah kewenangan untuk penindakan antara polisi dan Satpol PP.


"Yang kita batasi adalah peredaran minuman beralkohol, termasuk jenis minuman beralkohol yang boleh beredar," ungkapnya.

Saim menambahkan, dengan pengesahan perda ini, berarti hanya minuman alkohol golongan A yang bisa dijual di Lamongan. Minuman beralkohol golongan A mempunyai kadar alkohol maksimal 5 persen.

"Sudah diputuskan dan diparipurnakan. Hasilnya, yang diperbolehkan adalah minuman beralkohol golongan A. Artinya, yang kadar etanolnya maksimal 5 persen. Lebih dari itu tidak boleh beredar di Lamongan," tandas Saim.

Seperti diketahui, sebelumnya, saat masih berupa raperda, aturan ini mendapat penolakan dari sejumlah kalangan, termasuk mahasiswa, yang menggelar unjuk rasa. Unjuk rasa tersebut bahkan sempat berujung kericuhan.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com