Penipu Ngaku Bisa Masukkan ke Akpol Diringkus, Korban Rugi Rp 600 Juta

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 05 Agu 2019 14:45 WIB
Penipuan merugikan korban Rp 600 juta (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya - Polisi meringkus seorang pelaku penipuan dan penggelapan yang menyaru sebagai pegawai Badan Investigasi Mahkamah Agung RI perwakilan Jawa-Bali. Pelaku menipu korban dengan mengaku mampu memasukkan seseorang ke Akademi Kepolisian (Akpol).

Satu pelaku yang diamankan yakni Agus Paidi (61), warga Jalan Dupak Bangunrejo, Surabaya. Pelaku diamankan dirumahnya. Dari aksinya, pelaku berhasil menipu korban hingga ratusan juta rupiah.

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti mengatakan modus yang dilakukan oleh tersangka adalah bisa memasukkan korban ke Akpol.

"Modusnya dapat memasukkan sesorang ke salah satu lembaga pendidikan di kepolisian. Setelah didalami ternyata pelaku ini adalah pelaku tunggal. Korbannya adalah teman dari keluarganya," kata Bima Sakti kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (5/8/2019).


Bima Sakti mengatakan kejahatan pelaku berawal dari mendengarkan teman saudaranya yang ingin masuk menjadi anggota polisi. Di situlah niat jahat pelaku muncul.

"Pelaku pura-pura menjadi anggota MA. dia melengkapi seluruh dokumen, korban juga diminta biaya pengurusan yang sebenarnya itu tidak ada. Pelaku adalah pekerja swasta yang nggak ada sama sekali hubungannya dengan MA," ungkap Bima.

Bahkan untuk meyakinkan korbannya, pelaku mencetak sendiri dokumen-dokumen yang dibutuhkan oleh pelaku yang kemudian diedit sendiri.

"Dokumen dia edit sendiri untuk meyakinkan korban," ujar Bima.

Sementara itu, dari pengakuan tersangka uang sebesar Rp 600 juta dari hasil menipu korbannya diaku untuk membayar utang.

"Beraksi selama 1 tahun ke korban. Dia dapat uang 600 juta untuk membayar utang," ungkap Bima.


Untuk menggali lebih dalam modus yang dilakukan oleh pelaku dan apakah ada korban lain, polisi terus mendalami kasus ini.

"Pelaku mengaku sebagai anggota MA. Kita masih dalami korban lain dengan modus yang berbeda. Mungkin apabila ada masyarakat merasa tertipu dapat segera melapor ke Polrestabes Surabaya," tandas Bima.

Dari kejahatan yang dilakukan oleh pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu surat keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara RI, Kop surat sekertaris Mahkamah Agung RI dan surat tanda penerimanan uang dengan kop surat Akpol. Semuanya palsu.

Atas kejahatannya, pelaku terancam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Simak Video "8 Jam Lebih KPK Geledah Kantor Dinas PUPR Pemkab Probolinggo, Apa Hasilnya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/iwd)