20 Calhaj Lamongan Gagal Berangkat Karena Sakit dan Meninggal

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 02 Agu 2019 19:07 WIB
Pelepasan calon jemaah haji Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Sebanyak 20 calon jemaah haji (calhaj) asal Lamongan gagal berangkat ke tanah suci. Mereka gagal berangkat karena sakit bahkan ada yang meninggal.

Namun dari 20 calhaj tersebut, satu di antaranya diganti dengan calon jemaah cadangan. Seperti data yang dihimpun dari Kementerian Agama Lamongan.

Sedangkan 19 calhaj lainnya akan digantikan oleh ahli waris mereka pada musim haji 2020. "Jauh-jauh hari ahli waris sudah kami minta untuk menggantikan mereka. Namun lantaran jarak waktu keberangkatan yang mepet dan persiapan yang terlalu buru-buru, akhirnya mereka mengusulkan agar bisa berangkat pada tahun mendatang," kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan, Sholeh, Jumat (2/8) di sela-sela pelepasan calhaj.

Sholeh menjelaskan, tahun ini Lamongan memberangkatkan 1.734 calhaj, yang terbagi menjadi empat kelompok terbang (kloter). Yakni kloter 79, 80, 81, dan 82. Lebih dari seribu calhaj tersebut akan berangkat ke asrama haji di Surabaya menggunakan 20 bus.


"Keberangkatan jemaah dibagi menjadi dua hari, Jumat Sore dan Sabtu pagi. Setiap kloter akan didampingi oleh tiga petugas medis, satu dokter dan dua perawat," ujarnya.

Calhaj tertua dari Lamongan tahun ini atas nama Julaekah Binti Sulam dengan usia 94 tahun. Ia berasal dari Desa Centini Kecamatan Laren dari KBIH An Nahdliyyin. Sedangkan calhaj termuda yakni Dia Cahyani Saputri Binti Sasputro Hadi dan Mega Oktaviana Putri Binti Khanif yang sama-sama berusia 18 Tahun. Ia berasal dari Desa Jabung Kecamatan Laren dari KBIH Al-Mabrur.


Bupati Lamongan Fadeli meminta seluruh calhaj agar tetap menjaga kesehatan. Pasalnya, calon jemaah asal Lamongan memperoleh jatah kloter terakhir sehingga setibanya di Arab Saudi mereka sudah langsung bergegas melaksanakan ibadah haji.

"Jemaah haji yang berangkat tahun ini akan disamakan dengan calon jemaah haji asal Indonesia lainnya meskipun mereka yang sudah berusia lanjut. Terkecuali bagi calon jemaah haji yang menderita sakit lumpuh ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari petugas kesehatan haji di sana. Semoga menjadi haji yang mabrur," kata Fadeli.


Simak Juga 'Calon Haji Pikun, Keberangkatan ke Tanah Suci Ditunda':

[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)