detikNews
Jumat 02 Agustus 2019, 15:15 WIB

Satu Pekan, 23 Kebakaran Hutan Terjadi di Jawa Timur

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Satu Pekan, 23 Kebakaran Hutan Terjadi di Jawa Timur Kebakaran di Gunung Welirang/Foto: Istimewa
Surabaya - Dalam satu pekan (22-28 Juli), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mendapat laporan 23 kasus kebakaran hutan di Jawa Timur.

"Saya sudah laporan dari Perhutani Jatim, dari tanggal 22 sampai tanggal 28 ini ada kejadian kebakaran 23 kali. Banyak, dari Bojonegoro, Madiun, Nganjuk, Bondowoso, Malang juga ada," kata Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono kepada detikcom di Surabaya, Jumat (2/8/2019).

"Tapi selama ini bisa diatasi Karena tempatnya ada di dataran. Istilahnya kita bawa air masih mudah," imbuh Suban.

Suban menambahkan, 99 persen kebakaran disebabkan ulah manusia. Bukan alam.


"Oh endak (semua di gunung) di hutan juga. Karena kita ketahui 99 persen kejadian kebakaran ini karena ulah manusia tidak ada faktor alam. Itu saya kira ada tapi kecil," terang Suban.

Saat disinggung apakah kasus kebakaran hutan ini terjadi karena disengaja sejumlah pihak, Suban enggan menerka-nerka. Namun ia menyarankan siapapun yang merokok di area hutan, maka harus memastikan api rokok tersebut benar-benar padam saat dibuang.

"Saya kira ya kita tidak mau menduga-duga. Tapi ini ulah manusia entah disengaja atau tidak sengaja itu dari hati manusia sendiri. Banyak orang-orang yang merokok dilempar begitu saja kalau tahu itu besar karena kena angin jadi kita tidak tahu sebenarnya," ujarnya.

Sementara untuk menangani hal ini, Suban menyebut pihaknya tak hanya melakukan pemadaman saja. Namun upaya mengembalikan hutan ke asalnya juga penting.


Untuk itu, BPBD Jatim bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jatim untuk merehabilitasi hutan pascakebakaran. Hal ini untuk melindungi tumbuhan dan satwa di sana.

"Jika tidak segera diselesaikan dan dilindungi nanti tumbuh-tumbuhan yang di situ pasti mati. Bahkan nanti satwanya juga mati dan lari ke mana. Ini menurut saya juga harus menjadi prioritas. Makanya saya bersama dengan dinas perhutanan provinsi bahu membahu untuk menyelesaikan masalah ini," ungkapnya.

Suban mengajak masyarakat untuk lebih menyadari pentingnya peran hutan bagi kehidupan manusia. Untuk itu, Suban berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap kelestarian hutan.

"Untuk kebakaran semua itu awal dari bencana. Itu kan bisa jadi karena kelalaian. Jadi kita mengajak semua masyarakat untuk menjaga alam, melestarikan alam. Hutan ini juga karena disamping untuk oksigen dan juga untuk penyerapan air dan sebagai pencegah kekeringan juga," pungkasnya.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com