detikNews
Kamis 01 Agustus 2019, 19:03 WIB

Kejari Surabaya Tahan Staff ESDM Pemprov Jatim yang Terjerat Kasus Pungli

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kejari Surabaya Tahan Staff ESDM Pemprov Jatim yang Terjerat Kasus Pungli Ali Hendro Santoso menutup wajahnya dengan tas/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya melakukan penahanan terhadap tersangka Ali Hendro Santoso. Ia merupakan Staf Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur yang tersandung kasus pungutan liar (pungli) terkait izin usaha pertambangan.

Penahanan dilakukan setelah penyidik Polda Jatim melimpahkan Tahap II atau barang bukti dan tersangka. "Hari ini kita menerima tahap II dari penyidik (Polda Jatim) tersangka AHSN dalam perkara dugaan pungutan liar di ESDM (Provinsi Jawa Timur). Dia statusnya adalah PNS di ESDM dalam pengurusan izin galian C," kata Kasi Intel Kejari Surabaya Fathur kepada wartawan di Kejari Surabaya Jalan Sukomanunggal, Kamis (1/8/2019). .

Setelah diperiksa sejak pukul 11.00-16.00 WIB, Ali keluar dari ruang penyidik Pidana Khusus Kejari Surabaya dengan menggunakan rompi tahanan warna merah muda. Selama menuju mobil tahanan, tersangka menutupi wajahnya dengan tas kulit warna coklat.


"Hari ini kita tahan selama 20 hari ke depan, mulai tanggal 1 Agustus sampai 20 Agustus di Rutan Klas 1 Surabaya cabang Kejaksaan Tinggi Jawa Timur," terang Fathur.

Kasus ini bermula pada 2 September 2018, termohon mengurus izin usaha pertambangan kepada tersangka. Kemudian agar proses pengurusan lancar, tersangka meminta uang sebesar Rp 50 juta sebagai pelicin.

"Setelah diberikan uang oleh pemohon, kemudian (tersangka) dilakukan penangkapan (operasi tangkap tangan Polda Jatim)," lanjut Fathur.


Tersangka didakwa dengan Pasal 12 huruf e atau Pasal 11 UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, kasus pungli ini juga menjerat Kasi Evaluasi dan Pelaporan Pertambangan di Dinas ESDM Pemprov Jatim, Cholik Wicaksono. Namun perkara Cholik lebih dulu diproses. Ia telah divonis 1 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Surabaya pada 24 April lalu.



Simak Juga 'Pelayanan Publik Baik, Pungli dan Korupsi Lenyap':

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com