detikNews
Rabu 31 Juli 2019, 13:38 WIB

KPU Lamongan Akhirnya Ajukan Rp 62 Miliar untuk Pilkada Serentak 2020

Eko Sudjarwo - detikNews
KPU Lamongan Akhirnya Ajukan Rp 62 Miliar untuk Pilkada Serentak 2020 KPU Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - KPU Lamongan secara resmi mengajukan anggaran pilkada serentak 2020 sebesar Rp 62 miliar ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kabupaten. Pengajuan anggaran itu sempat mengalami perubahan dari yang awalnya Rp 48 miliar menjadi Rp 62 miliar.

"Kami telah mengajukan revisi anggaran Pilkada Lamongan seminggu yang lalu ke TAPD. Dari yang semula kita mengajukan anggaran sebesar 48 miliar, kemudian kami lakukan revisi menjadi 62 miliarmiliya," kata Ketua KPU Lamongan, Mahrus Ali kepada wartawan di kantornya, Jalan Basuki Rahmat Lamongan, Rabu (31/7/2019).

Mahrus merinci, anggaran sebesar Rp 62 Miliar ini dibagi menjadi 2 kebutuhan. Yakni, honorarium sebesar Rp 34 miliar dan kebutuhan barang dan jasa sebesar Rp 27 miliar. Perubahan terbesar, kata Mahrus, terjadi pada anggaran untuk kebutuhan barang dan jasa. Pada awal usulan hanya sebesar Rp 14 miliar menjadi Rp 27 miliar.

Menurut Mahrus, pengajuan revisi tersebut karena faktor badan adhoc, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan sosdiklih. "Revisi kita lakukan setelah KPU daerah dengan KPU provinsi melakukan rakor di Kediri, hingga akhirnya kita kemudian melakukan pencermatan ulang atau revisi dan kita sampaikan TAPD," ungkap Mahrus.


Mahrus mengungkapkan, pengajuan anggaran Pilkada 2020 itu dihitung berdasar kebutuhan masing-masing divisi yang ada di KPU Lamongan. Selain itu, perubahan atau revisi anggaran tersebut juga berkaitan dengan kepastian jumlah TPS untuk pilkada mendatang.

"Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) per-TPS antara Pilpres dan Pileg kemarin berbeda dengan pilkada mendatang. Kalau pilrpes dan pileg kemarin 500 per-TPS, sedangkan dalam pilkada maksimal 800 DPT per-TPS," urai Mahrus.

Selain pengajuan anggaran, lanjut Mahrus, pihaknya juga sudah mengajukan draft untuk pelaksanaan tahapan pilkada di Lamongan kepada KPU RI. Dalam draft tersebut, aku Mahrus, pihaknya akan segera memulai tahapan Pilkada Lamongan pada September mendatang.

"Setelah dilakukan uji publik pada 24 Juli lalu, draft tahapan pelaksanaan Pilkada Lamongan sudah kami ajukan ke KPU RI agar disahkan. Draft tersebut kemungkinan akan segera turun pada Agustus nanti, karena September sudah mulai tahapan," terang Mahrus.


Untuk diketahui, pada 2020 mendatang Lamongan bersama ratusan daerah lainnya di Indonesia akan menggelar Pilkada untuk memilih bupati dan wakil bupati Lamongan. KPU Lamongan pun baru saja menggelar evaluasi fasilitasi kampanye pada partai politik dan elemen masyarakat terkait pelaksanaan Pemilu 2019 yang baru saja usai.

"Evaluasi fasilitasi ini juga sebagai bagian dari persiapan kami menjelang Pilkada serentak 2020 mendatang," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com