Usai OTT Lurah di Surabaya, Pemkot Tunjuk Camat Lakarsantri Jadi Plt

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 25 Jul 2019 17:32 WIB
Balai Kota Surabaya/Foto: Amir Baihaqi
Balai Kota Surabaya/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Pemkot Surabaya menunjuk Camat Lakarsantri Harun Ismail sebagai Plt sementara Lurah Lidah Kulon. Penunjukan tersebut dilakukan usai OTT Lurah Budi Santoso yang tertangkap Saber Pungli Polrestabes terkait pengurusan sertifikasi tanah.

"Sekarang diusulkan Camat Lakarsantri Pak Harun Ismail. Beliau diusulkan untuk merangkap menjadi Plt Lurah Lidah Kulon," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser kepada detikcom, Kamis (25/7/2019).

Penunjukan itu, terang Fikser, memang harus segera dilakukan untuk mengkonsolidasikan berbagai urusan yang ada di Kelurahan Lidah Kulon. Agar tidak terbengkalai sepeninggal Budi Santoso.


"Beliau diberikan amanat untuk mengkonsolidasikan semua proses urusan-urusan di Lidah Kulon dan memastikan lebih baik," terang mantan Camat Sukolilo itu.

Menurut Fikser, Harun Ismail akan menjabat sebagai Plt lurah Lidah Kulon sampai nanti pelantikan jabatan lurah definitif. Namun ia memastikan seluruh pelayanan di kelurahan tetap berjalan baik meskipun status Harun merupakan camat Lakarsantri sekaligus pejabat lurah sementara.

"Periode Plt Pak Harun sampai menunggu pelantikan lurah definitif. Hanya memang proses Plt ini masih berjalan tetapi tidak akan mengganggu pelayanan masyarakat. Kan di kelurahan ada sekretaris kelurahan ada kasi juga," tukas Fikser.


"Mungkin kalau yang tertunda karena dalam beberapa hari ini kan suratnya (SK) harus tunggu bu wali. Mungkin besok. Plt sendiri tidak perlu pelantikan hanya SK saja," tandas Fikser.

Sebelumnya, Lurah Lidah Kulon Budi Santoso terjaring OTT Tim Saber Pungli dan Unit Tipidkor Satreskrim Polrestabes Surabaya. Penangkapan Budi Santoso itu terkait dugaan pungli sertifikat pengurusan tanah PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap).

OTT Lurah Budi Santoso dilakukan, Kamis (18/7) usai bertemu dengan pemilik tanah di salah satu depot kawasan Simpang Darmo Permai Selatan. Dari tangannya, polisi juga mengamankan uang Rp 35 juta. (fat/fat)