detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 07:55 WIB

Cerita Anak TKI yang akan Wakili Jatim Menjadi Paskibraka

Adhar Muttaqin - detikNews
Cerita Anak TKI yang akan Wakili Jatim Menjadi Paskibraka Dhea Lukita Andreana dan gurunya/Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung - Seorang siswi di Tulungagung mewakili Jawa Timur menjadi Paskibraka Nasional. Sayangnya saat upacara 17-an nanti, sang ibu tidak bisa menemani dirinya ke Jakarta lantaran harus kembali bekerja ke Taiwan.

Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara Jakarta menjadi impian banyak pelajar di seluruh Indonesia. Namun tidak dengan Dhea Lukita Andreana yang justru terpilih menjadi Paskibraka nasional mewakili Jawa Timur.

Pelajar Kelas 11 SMAN I Ngunut Tulungagung itu mengaku hanya menargetkan untuk menjadi anggota pengibar bendera di tingkat provinsi. Namun nasib berkata lain, dalam seleksi yang dilakukan di provinsi, Dhea terpilih mewakili Jawa Timur bersama M Devano Estiawan asal Kota Batu.

"Alhamdulillah senang sekali bisa terpilih, apalagi ini tidak hanya mewakili sekolah maupun kabupaten tapi mewakili Jawa Timur. Awalnya itu sebetulnya hanya menargetkan bisa masuk di Jatim," kata Dhea saat ditemui detikcom di sekolahnya, Selasa (23/7/2019).

Terpilihnya warga Desa Kalangan, Kecamatan Ngunut itu melalui rangkaian proses yang panjang, mulai dari seleksi di tingkat sekolah, kabupaten hingga provinsi. Ia pun harus berkompetisi dengan ribuan peserta melalui tes fisik hingga akademik.

"Saya ikut seleksi di kabupaten 21 Maret, di situ harus bersaing dengan 500 peserta mungkin ada. Kemudian berlanjut ke tingkat provinsi pada 26 April, itu diikuti 228 peserta dari 38 kabupaten/kota," ujarnya.


Dalam seleksi itu ia kembali lolos. Sedangkan seleksi nasional dilakukan pada 2 Mei lalu. Dhea bersaing dengan 12 peserta yang lolos dari seleksi sebelumnya. "Saat itu langsung diumumkan dua perwakilan Jawa Timur yang lolos, yaitu saya sendiri dan yang cowok dari Batu," imbuh Dea.

Ia mengaku akan berangkat ke Jakarta pada Rabu besok untuk mengikuti proses karantina. Pihaknya berharap rangkaian kegiatan bisa dilalui dengan baik terutama pada saat upacara detik-detik proklamasi.

"Kalau saya mau ditempatkan di pasukan apa saja siap, tapi kalau harapan sih inginnya di pasukan delapan," kata Dhea.
Dhea bersama ibunda tercinta/Dhea bersama ibunda tercinta/ Foto: Adhar Muttaqin
Terpilihnya Dhea sebagai wakil Jawa Timur disambut gembira oleh kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan dan Malaysia. Orang tua Dhea, Nursiyah (49) mengaku bangga terhadap prestasi yang diraih anaknya tersebut. Dhea dinilai sosok yang rajin dan taat, meskipun selama ini hanya diasuh oleh sang kakek.

"Dhea ini sejak usia dua tahun sudah saya tinggal merantau ke Taiwan sampai sekarang, sedangkan ayahnya di Malaysia. Saya tahu kalau dia lolos dalam seleksi itu pada saat di Bandara saat maupun cuti pulang. Biasanya Dhea ikut jemput tapi kok tidak, ternyata ikut seleksi," kata Nursiyah.

Ia mengaku nekat meninggalkan anak-anaknya untuk merantau lantaran ingin mengubah nasib. Hal itu dilandasi atas pengalaman buruk yang sempat dialami saat merantau di Ambon. Kala itu ia berserta suami dan kakak Dhea terpaksa pulang ke Jawa akibat konflik sektarian 1999.


"Saat itu sebetulnya kami sudah punya rumah dan pekerjaan, tapi semua habis, tinggal baju yang melekat di badan. Rumah kami dibakar dan saya harus dievakuasi dan dipulangkan ke Jawa. Karena itulah saya nekat ke Taiwan," ujarnya.

Nursiyah mengaku memiliki keinginan besar untuk mendampingi anaknya saat berada di Jakarta. Namun keinginan itu tidak bisa direalisasikan sebab ia harus berangkat kembali ke Taiwan pada 10 Agustus mendatang. Sebagai gantinya Dhea akan didampingi oleh salah satu saudaranya.

"Sebetulnya Dhea ingin didampingi Kakeknya Rameli. Namun karena kondisi kakinya yang sakit sehingga tidak memungkinkan. Kaki kakek sakit itu juga punya kaitannya dengan paskibra. Saat itu 2017 mau mengantarkan Dhea menjadi pengibar bendera di tingkat kecamatan namun di tengah jalan mengalami kecelakaan sehingga kaki kakek patah," imbuhnya.

Nursiyah beharap anaknya bisa menjalankan tugas negara dengan baik sehingga bisa membanggakan keluarga, sekolah maupun Provinsi Jatim. Terpilihnya juga dihadapkan menjadi jalan untuk kesuksesannya di masa mendatang.

Di lain pihak, Wakil Kepala Sekolah SMAN I Ngunut Bidang Kesiswaan Ika Yuliatin mengatakan, tugas negara yang diemban Dhea Lukita menjadi kebanggaan sekaligus kado terindah untuk almamaternya. Pihaknya berharap Dhea mampu menjalankan tugas dengan baik.

"Di ulang tahun sekolah yang ke-35 tentunya terpilihnya Dhea ini menjadi kado terindah. Kami berharap Dhea bisa memberikan yang terbaik. Untuk mewakili sekolah, Kabupaten Tulungagung dan Provinsi Jawa Timur," katanya.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com