detikNews
Senin 22 Juli 2019, 12:49 WIB

67 Desa di Ponorogo yang Tidak Gelar Reog Bulan Ini akan Dievaluasi

Charolin Pebrianti - detikNews
67 Desa di Ponorogo yang Tidak Gelar Reog Bulan Ini akan Dievaluasi Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Ada 67 dari 307 desa di Ponorogo diketahui tidak menggelar pertunjukan Reog. Padahal sesuai imbauan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Reog harus digelar setiap bulan di seluruh desa.

"Laporan sementara dari camat hampir 80 persen menggelar (Reog)," kata Ipong saat ditemui detikcom, Senin (22/7/2019).

Ipong menjelaskan, dirinya bakal mengevaluasi 67 desa tersebut. Sebab, puluhan desa tersebut ada kecenderungan tidak memiliki niatan melestarikan Reog.

"Harusnya kalau memang nggak punya Reog kan bisa minta. Berarti kan nggak ada minat atau niat melestarikan kebudayaan," terangnya.


Ipong mengaku bisa membedakan desa yang memiliki niat menggelar Reog dan tidak. Ia kemudian mencontohkan sebuah desa di Kecamatan Ngrayun yang menggelar pertunjukan menggunakan kaset.

"Ada juga contohnya Desa Bulak, menggelar Reog tapi bagian pemain musiknya dia pakai kaset, kan itu sudah ada niatan dan usaha," paparnya.

Menurutnya, pelestarian kebudayaan Reog memang harus segera digalakkan dengan cara pertunjukan setiap bulan. Ia meminta setiap pemdes harus mencarikan cara agar Reog bisa digelar.


"Katanya mengharapkan Reog lestari, ya caranya seperti ini," paparnya.

Nantinya, lanjut Ipong, pagelaran Reog bakal dijadwalkan dari 307 desa dibagi menjadi 4. Setiap minggu bakal ada 76 desa yang menggelar Reog.

"Mulainya bulan Agustus atau September untuk jadwalnya, Januari 2020 nanti akan dievaluasi desa yang tidak menggelar Reog," pungkas dia.

Sebelumnya, Pemkab Ponorogo telah mewajibkan setiap desa untuk menggelar pertunjukan Reog satu bulan sekali. Aturan itu berlaku mulai bulan ini.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com