detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 11:36 WIB

Awas, Pelaku Penipuan Berkedok Salurkan Bantuan Gentayangan

Ghazali Dasuqi - detikNews
Awas, Pelaku Penipuan Berkedok Salurkan Bantuan Gentayangan Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Berpura-pura hendak menyalurkan bantuan, tidak tahunya melakukan pencurian. Modus kejahatan demikian masih saja terjadi di Situbondo. Kali ini, korbannya seorang janda bernama Bu Sukarna, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo.

Nenek 82 tahun itu sempat bahagia karena mendapatkan bantuan beras dan mie instan. Namun perasaan itu seketika berubah, setelah sadar penyalur bantuan itu ternyata pelaku kejahatan.

Pria yang mengaku mahasiswa itu membawa kabur perhiasan emas seberat 28 gram, yang biasa dipakai korban. Didampingi menantunya bernama Bu Jumrani (56), sang nenek pun melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian.

"Laporan pencurian dengan modus berpura-pura menyalurkan bantuan itu kemarin sudah kami terima. Sekarang masih dalam penyelidikan," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo, Jumat (19/7/2019).


Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, aksi pencurian bermodus penyaluran bantuan itu terjadi, saat sang nenek bersama menantunya sedang menjaga warungnya, di tepi jalan Sucipto Kelurahan Dawuhan, Situbondo. Saat itulah, pelaku tiba-tiba datang mengendarai motor matic dan masuk ke dalam warung. Pelaku sempat berpura-pura memesan minuman sebelum melancarkan aksinya.

Setelah situasi dirasa memungkinkan, barulah pelaku berkedok mahasiswa itu memulai aksinya. Awalnya, dia berkedok menawarkan bantuan beras 5 Kg dan mie instan kepada korban. Mendengar tawaran itu, korban pun langsung tergiur hingga menuruti setiap permintaan pelaku. Termasuk saat nenek Sukarna diminta melepaksan gelang dan kalung emas yang dipakainya.

Perhiasan itu harus dilepas dengan alasan agar korban terlihat miskin saat difoto. Korban kemudian meletakkan perhiasan yang dilepasnya itu di atas meja dapur. Tahu begitu, pelaku segera memasang perangkap untuk bisa menggasak perhiasan tersebut.

"Ngakunya mahasiswa, ya kami percaya. Saya keluar karena disuruh mencari data janda-janda di sini. Sedangkan ibu disuruh mencari KTP. Saat kami berdua sibuk itu mungkin pelakunya masuk dan mencuri perhiasan. Beratnya 28 gram-an," tandas Bu Jumrani.


Bukan kali ini, sebelumnya aksi kejahatan serupa juga beberapa kali terjadi di Situbondo. Sasarannya selalu para wanita tua yang mengenakan perhiasan. Pelaku berpura-pura hendak menyalurkan bantuan, sebelum beraksi melakukan aksi kejahatan.

"Sekarang anggota di lapangan masih bekerja melakukan pengungkapan kasus ini. Doakan saja semoga segera berhasil," ujar Iptu Nanang.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com