detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 14:33 WIB

Korban Rekrutmen PNS Diduga Dilakukan Anggota DPRD Mojokerto Cabut Laporan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Korban Rekrutmen PNS Diduga Dilakukan Anggota DPRD Mojokerto Cabut Laporan Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Mojokerto Aang Rusli Ubaidillah/Foto file: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Korban penipuan yang diduga dilakukan Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Mojokerto Aang Rusli Ubaidillah dengan modus rekrutmen PNS, akhirnya mencabut laporannya di kepolisian. Kasus dugaan penipuan ini akan diselesaikan secara kekeluargaan.

"17 Juli kemarin pihak pelapor mengirim surat pencabutan laporan ke kami. Intinya sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan mencabut laporannya," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery saat dihubungi detikcom, Kamis (18/7/2019).

Pencabutan laporan dilakukan korban Mudji Rokhmat (63), warga Dusun Pandansili, Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Dia melaporkan kasus penipuan yang diduga dilakukan Aang ke Polres Mojokerto pada 4 April 2019.

Karena ingin anaknya menjadi PNS, dia meminta bantuan Aang yang menjabat Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Mojokerto. Mudji menyetorkan uang Rp 65 juta secara langsung di rumah politisi Partai Demokrat itu dalam dua tahap.

Berdasarkan bukti kwitansi yang disimpan kuasa hukum korban, uang Rp 50 juta diserahkan ke Aang pada 20 Mei 2015, sedangkan Rp 15 juta diserahkan 17 Juni 2015.


Kendati korban telah mencabut laporannya, lanjut Fery, penyelidikan kasus penipuan ini tidak serta-merta dihentikan. Pihaknya akan kembali memanggil Mudji dalam waktu dekat. Menurut dia, korban akan dimintai keterangan terkait alasan pencabutan laporan tersebut.

"Alasan pencabutannya apa supaya kami tuangkan dalam berita acara. Itu menjadi pertimbangan pada saat gelar perkara nanti. Tetap yang pertama yuridis normatif dulu, apakah unsur penipuannya ada dengan alat bukti. Kan alat bukti berupa kwitansi diakui terlapor sebagai titipan. Saksi-saksi sudah terpenuhi atau tidak, ada alat bukti yang lain atau tidak. Minimal kan dua alat bukti, apakah itu terpenuhi atau tidak, kan begitu. Itu juga menjadi bahan pertimbangan nanti," terangnya.

Fery menjelaskan, penyelidikan kasus penipuan yang diduga dilakukan Aang berpotensi dihentikan setelah korban mencabut laporannya. Namun, penghentian penyelidikan tetap mengacu pada hasil gelar perkara kasus ini. Jika kasusnya dihentikan, Satreskrim Polres Mojokerto akan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan.

"Ada payung hukumnya Surat Edaran Kapolri nomor 7 dan 8 tahun 2018 itu ada penyelesaian secara restorative justice. Khususnya kasus-kasus yang kerugiannya sudah dikembalikan, unsur kerugiannya kan menjadi tidak ada kalau sudah ada pengembalian," tambahnya.

Sementara Kuasa Hukum korban Sulaiman membenarkan adanya pencabutan laporan tersebut. Hanya saja dia belum bisa memberikan penjelasan terkait keputusan kliennya.


"Ya tentunya pelaporlah (yang mencabut laporan polisi). Nanti saya beri tahu Mas. Saya masih di ruangan penyidik Polres Mojokerto," pungkasnya.

Selain Mudji Rokhmat, terdapat 2 orang lagi yang mengaku menjadi korban penipuan Aang. Yaitu Siti Khoyumi (52), warga Dusun Sambisari, Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, serta Irwan Siswanto (39), warga Jalan Melati, Perumda, Sooko, Mojokerto.

Sama dengan Mudji, Siti diminta Aang membayar agar anak mereka menjadi PNS di lingkungan Pemkab Mojokerto. Sementara Irwan diminta Aang membayar agar keponakannya menjadi pegawai honorer di Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Namun, janji Aang sampai kini tak terealisasi. Padahal, uang telah mereka bayarkan ke Aang.

Siti mengaku telah menyerahkan uang Rp 70 juta secara langsung ke Aang pada 4 Maret 2018. Namun, Aang menolak menandatangani kwitansi bermaterai yang dia siapkan. Korban Irwan menyerahkan uang Rp 28 juta kepada Aang.

Mudji, Siti dan Irwan pun kompak menyewa pengacara untuk menempuh jalur hukum. Mereka melaporkan Aang ke Polres Mojokerto pada 4 April 2019. Namun hanya nama Mudji yang tercatat dalam laporan polisi karena mempunyai bukti kwitansi dengan tanda tangan Aang.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com