Pelajar SMA dan SMK Operasikan Bisnis Berbasis Sosial di Sekolah

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Minggu, 14 Jul 2019 11:35 WIB
Pelajar SMA dan SMK Operasikan Bisnis Berbasis Sosial/Foto: Istimewa
Surabaya - Pelajar dari lima SMA dan SMK di Surabaya dan Sidoarjo bersaing menunjukkan keterampilan mengelola usaha mikro berbasis sosial dalam kegiatan Regional Student Company Competition 2019.

Lima sekolah tersebut, antara lain SMAN 6 Surabaya, SMAN 16 Surabaya, SMAN 1 Waru, SMAN 3 Sidoarjo, dan SMKN 3 Buduran.

Melalui program ini, para pelajar dibina untuk mendirikan dan mengoperasikan sebuah perusahaan (SC-Student Company) di sekolah. Dalam kompetisi yang digelar di Atrium Grand City Mall, Minggu (14/7/2019) ini, para pelajar memaparkan konsep bisnis yang dikembangkan serta memamerkan produk yang dihasilkan sebagai solusi atas sebuah permasalahan sosial.

Kelima sekolah bersaing memperebutkan gelar 'The Best Student Company in Surabaya and Sidoarjo' dalam kompetisi ini. Satu sekolah terbaik akan mewakili Jawa Timur untuk bersaing dengan sekolah-sekolah dari regional lainnya dalam kompetisi bisnis tingkat nasional, Indonesia Student Company Competition 2019, yang akan diselenggarakan di Jakarta pada Agustus mendatang.

Director Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengungkapkan, kegiatan ini wadah untuk mengasah minat berwirausaha, mengembangkan kreativitas yang dimiliki. Sekaligus melatih kepekaan menangkap peluang dari sebuah isu sosial.

Dalam program Perusahaan Siswa (Student Company/SC) ini, para pelajar berkesempatan untuk mengalami secara langsung bagaimana mengoperasikan sebuah bisnis. Melalui pembelajaran praktis, mereka dapat memahami tantangan serta risiko bisnis secara konkret.

"Kondisi demikian akan memperkaya wawasan para pelajar dalam mengembangkan strategi bisnis sekaligus menstimulasi insting dalam berwirausaha. Ini merupakan wujud komitmen Citi Indonesia untuk memberikan kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi generasi muda atau kami sebut youth economic opportunities serta mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama yang diinisiasi oleh generasi muda," ujarnya kepada wartawan.

Tingginya motivasi untuk berwirausaha tidaklah menjadi jaminan terhadap jumlah bisnis yang sungguh terbentuk. Sebanyak 44% anak muda berusaha untuk memulai sebuah bisnis, namun hanya 6% yang akhirnya benar-benar menjadi pengusaha.

Sementara Co-Founder and Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner mengatakan, selama lima tahun, kemitraan antara Prestasi Junior Indonesia (PJI) dengan Citibank telah sukses memberikan manfaat melalui edukasi kewirausahaan kepada lebih dari 46.000 siswa-siswi dari 137 SMA dan SMK di Indonesia.

Gagasan inovatif yang mendasari bisnis mereka menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia.

"Melalui inisiatif ini, PJI dan Citibank berupaya membuka jalan bagi para pelajar untuk mengeksplorasi dan mengoptimalkan kemampuan berwirausaha sekaligus menanamkan nilai pentingnya membangun sebuah bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," tambahnya.

A'thy Ia' Nati, pelajar SMAN 3 Sidoarjo yang menjadi President Director Dreinter SC menjelaskan bahwa dirinya memiliki wawasan baru mengenai wirausaha dari program Student Company.

"Membuat bisnis yang menguntungkan sudah biasa, tetapi yang bisa menghasilkan profit sekaligus bermanfaat itu luar biasa. Selain produk yang menjawab permasalahan, kami juga memiliki kegiatan corporate social responsibility sebagai bentuk keseimbangan antara keuntungan yang diraih dengan kontribusi sosial yang diberikan. Terima kasih PJI dan Citibank atas pengalaman dan motivasi yang diberikan," pungkasnya.

Simak Video "Isak Tangis Iringi Pemakaman Bripda Ferdi yang Tewas Tersambar Petir"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)