detikNews
Senin 15 Juli 2019, 18:18 WIB

Polemik DPC PDIP yang Masih Deadlock akan Dibahas di Konfercab Lanjutan

Amir Baihaqi - detikNews
Polemik DPC PDIP yang Masih Deadlock akan Dibahas di Konfercab Lanjutan Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan menyebut polemik penunjukan pimpinan baru di beberapa DPC yang masih deadlock akan dilanjutkan pada konfercab lanjutan. Salah satunya adalah DPC PDIP Surabaya yang sampai saat ini masih buntu.

Ketua DPD PDIP Kusnadi mengatakan saat ini ada dua DPC yakni DPC Surabaya dan Bojonegoro yang masih deadlock. Sedangkan satunya lagi adalah DPC Banyuwangi yang masih belum turun rekomendasi dari DPP.

"Kita saat ini menunggu kapan kemudian DPP menjadwalkan kembali konfercab lanjutan. Jadi tidak hanya Surabaya dan Bojonegoro saja tapi Banyuwangi," kata Kusnadi kepada wartawan di kantor DPD PDIP, Senin (15/7/2019).

"Kalau Banyuwangi belum. Jadi untuk Banyuwangi ini rekomendasi dari DPP ini belum turun. Sehingga karena belum turun mereka tidak diikutkan dalam konfercab itu," Kusnadi melanjutkan.


Ditanya kapan konfercab lanjutan akan dilajukan? Kusnadi mengaku tidak mengetahuinya. Sebab kewenangan melanjutkan konfercab ada di tangan DPP.

"Jadi tugas kita cuma menyosialisasikan kembali sepeti itu. Agendanya cuma tunggal sosialisasi itu. Hasilnya ya sosialisasi itu. Ya namanya sosialisasi," ujar Kusnadi.

"Jadi kita belum tahu (kapan konfercab lanjutan). Jadi hari ini atau besok kita buat surat ke DPP karena ini (pertemuan PAC) juga diperintahkan DPP dalam menjalankan tugas dan instruksi dari DPP partai dan DPD wajib melaporkan ke DPP. Jadi kita akan melaporkan bahwa saya sudah melaksanakan sosialisasi dan mohon DPP akan kapan melaksanakan konfercab lanjutan," terangnya.

"Tapi ya pasti bahwa konfercab itu akan dilaksanakan sebelum tanggal 27. Karena tanggal 27 kita konferda. Nah, sementara KSB DPC itu baru menjadi utusan di konferda dan kongres," imbuh Kusnadi.

Menurut Kusnadi, dalam konfercab lanjutan, bukan berarti akan memulai dari awal agenda. Namun melanjutkan agenda yang sempat tertunda dalam konfercab sebelumnya.

"Nggak, jadi itu lanjutan jadi kemarin kan sudah sampai demisioner DPC sebelumnya. Kemudian nanti memulainya sejak dari mana setelah demisioner," terang Kusnadi.


Ditanya kembali soal apakah ada perubahan rekomendasi yang sudah ditetapkan DPP? Kusnadi mengaku tidak mempunyai kewenangan untuk menjawab itu. Sebab kewenangan itu dari DPP.

"Saya tidak bisa menjawab itu apakah membatalkan atau tidak karena semuanya itu kewenangan dari DPP. Tadi juga ada yang minta seperti halnya Surabaya. Saya menjelaskan DPD tidak punya otoritas untuk melaksanakan konfercab ndak punya otoritas dan kewenangan," terangnya.

"Karena yang memimpin konfercab itu harus DPP. Kalau DPP berhalangan hadir maka kemudian akan dilaksanakan DPD dengan mandat," tandas Kusnadi.




Tonton Video PDIP: Masih Terlalu Dini Bicarakan Bagi-bagi Kursi Kabinet:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com