detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 11:19 WIB

Cerita dan Fakta Buaya di Atas Genting yang Gegerkan Warga Malang

Fatichatun Nadhiroh - detikNews
Cerita dan Fakta Buaya di Atas Genting yang Gegerkan Warga Malang Buaya yang ditangkap di rumah warga/Foto: Istimewa
Surabaya - Buaya muara ditemukan di atas genting rumah Jalan Ki Ageng Gribig, Kedungkandang, Kota Malang, menggegerkan warga. Buaya memiliki panjang 170 cm dan lebar 12 cm, itu jatuh di genting rumah Junaedi (55).

Keberadaan buaya awalnya diketahui setelah atap rumah Junaedi terasa runtuh seperti tertimpa sesuatu. Pemilik rumah bersama tetangga, mencoba untuk melihat benda yang membuat genting rumah Junaedi rontok. Sontak warga terkejut saat melihat adanya seekor buaya.

Penangkapan pun berjalan dramatis. Berbekal alat seadanya, buaya ditangkap tetap di atas rumah warga. Penangkapan berjalan mulus tanpa ada yang terluka saat itu. Adalah Marnu (72), warga yang tidak memiliki rasa takut hingga sukses menangkap buaya muara di atas genting rumah Junaedi, tetangganya itu.

"Saya berpikir bagaimana bisa menangkapnya," ujar Marnu saat ditemui depan rumah Junaedi, Kamis (11/7/2019).

Berbekal seutas tali tampar, Marnu kemudian memanjat untuk ke atas genting rumah Junaedi. Marnu saat itu harus berhadapan dengan buaya yang ditengarai dalam kondisi lapar. Usia lanjut tak menghalangi Marnu untuk agresif menangkap buaya muara itu. Sesekali dia harus waspada, karena buaya itu melawan.


"Alhamdulillah tali tampar yang saya lempar bisa mengikat bagian kepala buaya. Yang kemudian bisa mengikatnya dan membawanya turun. Butuh waktu sekitar setengah jam-an, untuk menangkapnya," terang Marnu.

Buaya itu pun dibawa ke Polsek Kedungkandang sebelum dibawa ke BKSDA Resort Malang.

"Dengan alat seadanya, buaya itu akhirnya bisa diamankan. Penangkapan saat itu butuh kesabaran, karena buaya sempat melawan. Namun akhirnya bisa diamankan," terang Kapolsek Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi saat ditemui di mapolsek.

Sementara lokasi penemuan buaya muara hanya radius kurang dari 200 meter dari Mapolsek Kedungkandang. Polisi yang mencurigai sebuah rumah yang bersebelahan dengan Junaedi, dibuka paksa. Polisi mendatangkan ahli kunci untuk bisa membuka pintu rumah bercat hijau itu. Penghuni rumah diketahui tidak berada di tempat.

Hasil penggeledahan, polisi bersama BKSDA tidak menemukan adanya satwa lain di rumah itu. Namun, tanda-tanda keberadaan buaya muara yang lepas ditemukan di ruang terbuka lantai atas. Diduga buaya tersebut akan diperdagangkan.


"Buaya diduga dari lantai atas rumah itu kemudian keluar dan jatuh di atas genting rumah yang berada di sisi timur. Suara gaduh itu kemudian membuat pemilik rumah (Junaedi) melihat benda apa yang menimpa atap rumahnya hingga mengakibatkan beberapa genteng hancur," tuturnya.

Dan polisi pun akhirnya memeriksa seorang pria bernama Putra (35). Pria sudah beristri itu mengaku jika buaya baru sehari diambil dari rekannya di wilayah Bunul, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

"Buaya itu baru diambil katanya, dari temannya di wilayah Bunul. Sebelum sehari kemudian lepas dan merayap di atas rumah warga. Setelah sampai di rumah, buaya ditaruh lokasi jemuran, dibiarkan begitu saja. Besoknya ditinggal kerja ke luar kota," terangnya.

Simak Video "Status Hukum Akun Penghina Jokowi Ditentukan 1x24 Jam"
[Gambas:Video 20detik]

(fat/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed