detikNews
Kamis 11 Juli 2019, 09:50 WIB

Soal Pabrik Limbah B3 di Lamongan, Khofifah Singgung Pemimpin Terdahulu

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Soal Pabrik Limbah B3 di Lamongan, Khofifah Singgung Pemimpin Terdahulu Gubernur Khofifah/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Jawa Timur akan membuat pabrik pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pabrik yang rencananya akan dibangun di Desa Tlogoretno, dan Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Lamongan dikabarkan mendapat penolakan masyarakat.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, membangun pabrik pengolahan limbah B3 membutuhkan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi itu untuk meyakinkan jika pabrik tersebut aman.

"Dikomunikasikan, kalau kita sudah punya peta pasti akan dikomunikasikan oleh warga jika sesungguhnya aman ditaruh di sini. Kita harus bisa menjelaskan kepada warga," kata Khofifah usai sidang paripurna di Kantor DPRD Jatim Jalan Pahlawan Surabaya, Rabu (10/7/2019).


Namun saat ditanya terkait perkembangan sosialisasi tersebut, Khofifah meminta wartawan untuk menanyakan hal itu ke pemimpin sebelumnya. Pasalnya, ia mengaku baru menjabat selama empat bulan. Sementara proyek itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

"Aku lo rek baru empat bulan. Sampean (Anda) tanya lah yang dulu, sampean tanya yang dulu, bisa membantu tanya? Mau ndak sampean tanya? Tak tanya sampean. Ini kan bukan barang dua tiga bulan, sampean jawab dulu deh. Endak-endak, sampean jawab dulu mau ndak sampean tanya?," ujar Khofifah.

"Loh lah iya, ini kan proses. Proses ini kan tidak simsalabim. Mau ndak tanya proses awalnya? Ojok (jangan) di ujung (akhir) gini. Ini kan proses ini intensif (terus-menerus) atau tidak, ini bukan proses lama seminggu dua minggu," imbuhnya.


Sebelumnya, Khofifah sempat menceritakan jika sektor industri selalu beriringan dengan limbah. Meski begitu ia mengakui jika sektor industri penting dalam membangun perekonomian.

"Pertumbuhan ekonomi kita sangat signifikan ditopang oleh sektor industri. Sektor industri itu menghasilkan limbah. Jadi harus berseiring antara pembangunan di sektor industri apapun dengan penyiapan pengolahan limbah," paparnya.

"Oleh karena itu memang harus dikomunikasikan lebih seksama kalau misalnya kita ingin pertumbuhan ekonomi tinggi. Maka penopang utamanya ini itu sudah hampir 29,03% pertumbuhan ekonomi kita ditopang oleh industri. Bagaimana kemudian industri itu bisa tumbuh diikuti indeks kinerja utama kita adalah bagaimana menjaga lingkungan hidup kita berseiring. Maka menyiapkan lahan untuk pengolahan limbah, itu sesuatu yang niscaya," pungkasnya.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com