detikNews
Selasa 02 Juli 2019, 17:41 WIB

Harga Ayam Berangsur Naik, Ini Permintaan Peternak Agar Tak Kembali Anjlok

Enggran Eko Budianto - detikNews
Harga Ayam Berangsur Naik, Ini Permintaan Peternak Agar Tak Kembali Anjlok Peternak ayam potong (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Sejak menjadi sorotan publik, harga ayam hidup (live bird) di Mojokerto yang sempat anjlok naik secara bertahap hingga Rp 18.500/Kg. Para peternak meminta pemerintah membuat regulasi untuk menjamin harga ayam broiler tak kembali anjlok.

Koordinator Kelompok Peternak Ayam Broiler Mojokerto Bagus Dian Pratama mengatakan, harga ayam hidup di tingkat peternak anjlok sejak H-5 lebaran atau 31 Mei 2019. Puncak anjloknya harga live bird sempat menyentuh Rp 7.500/Kg pada H+10 lebaran.

Namun sejak menjadi sorotan publik sekitar 5 hari yang lalu, harga ayam potong merangkak naik. Hari ini ayam broiler di peternak menembus Rp 18.500/Kg.

"Naik bertahap, hari ini sudah Rp 18.500. Dengan harga ini, kami sudah untung Rp 1.500-2.000 per kilonya," kata Bagus saat dihubungi detikcom, Selasa (2/7/2019).


Kembali naiknya harga ayam, lanjut Bagus, belum membuat para peternak tenang. Pasalnya, tak menutup kemungkinan harga ayam broiler di tingkat peternak kembali anjlok.

"Tidak ada jaminan harga stabil selama perusahaan integrator masih ikut campur pasar basah kami. Anjloknya harga berpotensi terulang kembali," ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Bagus, pihaknya mendesak pemerintah agar membuat regulasi untuk membatasi peran perusahaan integrator. Yaitu, perusahan integrator supaya tidak menjual ayam hasil budi daya mereka ke pasar-pasar tradisional yang selama ini menjadi andalan peternak kecil.

"Dulu peran integrator sebatas memberikan bibit, pakan kepada peternak. Kalau panen ayamnya dibeli lagi, baru dipasarkan. Keuntungannya dibagi rata dengan peternak. Sekarang ini kan mereka punya peternakan sendiri dengan populasi ratusan ribu bahkan jutaan ekor. Itu yang membuat peternak kecil hancur," terangnya.


Selain itu, kata Bagus, pemerintah juga diharapkan membuat regulasi untuk mengatur tata niaga ayam potong di pasar. Regulasi tersebut untuk membatasi aksi para spekulan agar tidak mengambil keuntungan terlampau tinggi.

"Regulasi harusnya juga terkait larangan ambil untung terlalu banyak oleh para pelaku pasar. Sehingga saat harga ayam di peternak turun, di pasar juga turun," tandasnya.

Saat harga ayam di peternak anjlok Rp 8 ribu/Kg, harga daging ayam di pasar-pasar Mojokerto tetap tinggi. Yaitu pada kisaran Rp 25-30 ribu/Kg.

Seharusnya margin harga ayam hidup di tingkat peternak dengan daging ayam di pasar maksimal Rp 12 ribu/Kg. Sehingga harga daging ayam di pasar tak lebih dari Rp 20 ribu/Kg.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com