detikNews
Senin 01 Juli 2019, 15:50 WIB

Peternak Ayam Merugi Imbas Harga Anjlok, Populasi Diprediksi Turun 40%

Enggran Eko Budianto - detikNews
Peternak Ayam Merugi Imbas Harga Anjlok, Populasi Diprediksi Turun 40% Peternak Ayam Broiler di Jombang/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Harga ayam hidup (live bird) anjlok mengakibatkan para peternak rugi Rp 10 ribu/Kg. Tak sedikit peternak yang berhenti beroperasi. Akibatnya, populasi ayam diprediksi bakal turun 40 persen.

Kerugian akibat anjloknya harga ayam broiler juga dirasakan para peternak di Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Jombang. Salah satunya Sunaryo (65) yang kini mempunyai 25 ribu ayam umur 36 hari.

Pria yang beternak ayam potong sejak 1997 ini mengaku baru kali ini merasakan anjloknya harga dalam waktu lama. Dia akan berhenti membudidayakan ayam broiler jika harga live bird tak kunjung stabil.

"Biaya operasional Rp 50 juta tidak kembali, seperti untuk listrik dan tenaga kerja. Berikutnya saya tidak ngisi (berhenti beternak) kalau harganya masih anjlok," kata Sunaryo kepada wartawan di kandang miliknya, Senin (1/7/2019).


Anggota Gabungan Kelompok Peternak Ayam Boiler Jombang Darmadi menjelaskan, anjloknya harga ayam broiler akibat monopoli perusahaan integrator. Perusahan-perusahaan besar itu menyerbu pasar dengan ayam berharga murah. Karena perusahaan integrator menguasai 80 persen dari populasi ayam di Jombang.

"Suplai saat ini luar biasa tak imbang dengan permintaan. Yang mengendalikan suplai adalah perusahaan integrator," terangnya.

Harga ayam potong yang saat ini Rp 8 ribu/Kg, lanjut Darmadi, mengakibatkan para peternak rugi besar. "BEP (break event point) kita hari ini Rp 18 ribu per kilogram, tapi harga ayam Rp 8 ribu. Kita rugi Rp 10 ribu per kilogram," ungkapnya.

Ironisnya, tambah Darmadi, harga daging ayam potong di pasar tetap tinggi. Yaitu pada kisaran Rp 25-30 ribu/Kg.


"Artinya anjloknya harga komoditas ayam ini hanya dinikmati segelintir orang," tegasnya.

Kondisi serupa dialami para peternak ayam broiler di Mojokerto. Koordinator Kelompok Peternak Ayam Broiler Mojokerto Bagus Dian Pratama menuturkan, anjloknya harga saat ini membuat sebagian peternak mengentikan budi daya untuk sementara.

Dalam waktu dekat, Bagus memprediksi populasi ayam di Mojokerto bakal anjlok sekitar 40 persen. Menurut dia, populasi ayam saat ini 1,2 juta ekor. Penurunan populasi ayam diperkirakan mencapai 480 ribu ekor.

"Sekarang banyak peternak yang mengosongkan kandang karena rugi. Penurunan populasi akan terjadi sekitar 40 persen," tandasnya.


Anjloknya harga ayam hidup disinyalir juga dimanfaatkan para pedagang di pasar untuk meraup keuntungan besar. Pasalnya, sampai saat ini harga daging ayam potong masih Rp 25-30 ribu/Kg.

Padahal, jika harga ayam di peternak Rp 8 ribu, seharusnya harga daging di pasar maksimal Rp 20 ribu/Kg. Selisih harga Rp 12 ribu dinilai sudah menguntungkan para pedagang.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com