detikNews
Rabu 26 Juni 2019, 21:15 WIB

Berkat CCTV, Alap-alap Motor di Lamongan Dibekuk

Eko Sudjarwo - detikNews
Berkat CCTV, Alap-alap Motor di Lamongan Dibekuk Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Dua residivis curanmor di Lamongan. Dua residivis ini terpaksa dihadiahi timah panas karena melawan saat akan diamankan.

Dua residivis tersebut adalah Samsul (33), warga Bangkalan, Madura dan Hoirul Anam (26) warga Balongpanggang, Gresik. Mereka diamankan setelah aksi terakhir mereka di sebuah toko yang terekam kamera CCTV.

"Mereka berdua ini adalah residivis untuk kasus yang sama, yaitu pencurian dengan pemberatan, dalam catatan kepolisian mereka telah 2 kali ditahan di Surabaya," kata Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung di Mapolres Lamongan, Rabu (26/6/2019).

Dikatakan Feby, kedua tersangka ini memiliki peran masing-masing. Hoirul Anam berperan sebagai joki dan Samsul sebagai eksekutor aksi pencurian. Sebelum melancarkan aksinya, lanjut Feby, motor yang mereka kendarai berjalan pelan-pelan untuk mencari sasaran.


"Sasaran 2 pelaku ini adalah pertokoan dan juga perkantoran dengan berbekal kunci T," ungkapnya.

Setelah menemukan sasaran, lanjut Feby, Samsul yang berperan sebagai pemetik kemudian mengeluarkan kunci T dari saku bajunya dan selanjutnya membuka paksa kunci sepeda motor tersebut dan setelah berhasil kemudian kedua pelaku melarikan diri dengan membawa sepeda motor hasil curian.

"Selain melakukan pencurian di sejumlah TKP di Lamongan, mereka juga melakukan pencurian motor di Surabaya," tandas Feby seraya menambahkan kalau terungkapnya kasus ini karena adanya laporan hilangnya motor di wilayah Lamongan dan adanya rekaman kamera CCTV ketika pelaku beraksi.


Selain mengamankan pelaku, kata Feby, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 2 motor, yaitu motor hasil kejahatan pelaku, motor yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya, kunci T dan juga 4 pelat nomor polisi. Pemeriksaan sementara, aku Feby, dua pelaku ini setidaknya telah melakukan aksinya di 4 TKP di Lamongan, yaitu di wilayah Kecamatan Modo dan di Kecamatan Babat.

"Mereka akan kami akan kami sangkakan dengan pasal 363 ayat (1) ke 4e 5e KUHP dengan ancaman hukuman selama 7 (tujuh) tahun penjara," tegas Feby seraya menyatakan kalau pihaknya juga masih mendalami kasus ini untuk mengungkap kemungkinan pelaku lainnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed