detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 16:05 WIB

Ini Penjelasan KBS Soal Video Viral Keeper Pukuli Orangutan

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Ini Penjelasan KBS Soal Video Viral Keeper Pukuli Orangutan Dua orang utan Damai (kanan) dan Riski (kiri)Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Dugaan pemukulan terhadap satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) dibantah keras pihak pengelola. Mereka menjamin tidak ada pemukulan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di kandang peraga KBS. Dua orangutan, berkelamin jantan, Rizky (6) dan berkelamin betina Damai (9) masih sehat dan tidak mengalami luka apapun.

Humas PDTS KBS Wini Hustiani mengatakan, kondisi Rizky dan Damai masih dalam kondisi sehat dan kedua hewan itu kakak beradik.

"Bisa disaksikan Damai dan Rizky tetap sehat. Mulai dari kemarin hingga hari ini tetap sehat dan baik," jelas Wini kepada wartawan di kandang peraga orangutan KBS, Selasa (25/6/2019).


Wini memastikan keeper tidak melakukan pemukulan terhadap dua satwa yang dilindungi tersebut. Keeper hanya menghalau menggunakan peralatan lunak berupa selang air. Namun selang tersebut tidak dipukulkan langsung ke tubuh satwa, melainkan di tembok.

"Hanya dipukulkan di dinding dan di lantai, supaya tidak terjadi sesuatu hal antara kedua orangutan itu. Jadi tidak ada orang utan yang dipukuli sampai terkapar atau mungkin sampai berdarah itu tidak ada di sini, jadi informasi itu tidak benar," jelas Wini.

"Tidak benar. Tidak ada penyiksaan tentang satwa terutama orangutan di KBS. Jadi seperti yang disampaikan tadi oleh keeper itu hanya menghalau ketika si penjantan (Rizky) harusnya masuk, tapi didahului adalah betina (Damai). Karakter si satwa ada rasa jealous, mungkin ada rasa marah (orangutan). Jadi para keeper hanya menghalau," tambah Wini.

Dia menjelaskan dalam melakukan penangananan terhadap satwa, pihak PDTS KBS menyesuaikan perilaku satwa masing-masing.


"Memang untuk semua penanganan kembali ke perilaku satwa. Jadi punya rasa kasih sayang. Tapi menghalaunya ini, ketika (selang air) dihantamkan ke lantai dan ke dinding supaya mereka tidak bertengkar (orangutan) setelah itu dilakukan, keduanya saling melepaskan satu sama lain," ungkap Wini.

Keeper, jelas Wini, sudah memastikan jika di kandang peraga orangutan terjadi perselisihan. keeper pun masuk ke kandang untuk menghalau.

"Kalau bertengkar seru tidak. Karena memang jealous ya, karena ingin duluan masuk. Salah satu dari merela saling mencekram. Jadi untuk melepas mereka, makanya memukulkan benda lunak ke dinding, jadi ada kode mereka supaya tidak bertengkar lagi," jelas Wini.

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed