detikNews
Selasa 25 Juni 2019, 14:25 WIB

Pelaku Praktik Aborsi di Surabaya dan Sidoarjo Ngaku Cuma Jual Obat

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Pelaku Praktik Aborsi di Surabaya dan Sidoarjo Ngaku Cuma Jual Obat Sejumlah tersangka praktik aborsi/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Pelaku praktik aborsi di Surabaya dan Sidoarjo hanya mengaku sebagai penjual obat. Meski begitu ada 20 pasien yang ia bantu menggugurkan kandungan.

Polisi menangkap pelaku praktik aborsi Laksmita Wahyuning Putri yang sudah beroperasi selama 2 tahun. Kepada petugas wanita yang kerap disapa Mita itu mengaku sebatas melariskan obat yang dijualnya.

Mita bekerja sebagai teller obat di sebuah apotek. Ia menampik jika melakukan pemijatan atau hal-hal yang membantu proses aborsi.

"20 kali. Bukan mata pencaharian. Iya ada pesanan. Untuk melariskan obat dan membantu orang," kata Mita saat diinterogasi polisi di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (25/6/2019).


Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara membenarkan Mita hanya menjual obat. Obat tersebut diminum oleh pasien setiap satu jam hingga enam kali. Setiap jam pasien cukup meminum satu butir obat yang dijual Mita.

"Untuk melakukan kegiatan ini tidak dibantu orang lain. Tapi dilakukannya sendiri dengan obat, tidak dipijat. Diberikan obat untuk minum dan dimasukkan ke vagina," kata Arman.

Ia menambahkan, pengguna jasa aborsi Mita pada umumnya orang-orang yang melakukan hubungan gelap. Rata-rata berusia 30 tahun.

"Rata-rata 30 tahun, tidak ada anak sekolah," imbuhnya.


Dalam melakukan aksinya, Mita mengaku dibantu beberapa orang. Yakni Fauziah Tri Arini, Vivi Nurmalasari dan M Busro selaku suplier obat. Kemudian ada Retno Muktia Sari yang membantu pelaksanaan aborsi.

Polisi juga mengamankan sepasang kekasih Tri Suryanti dan Muhammad Syaiful Arif. Aksi pengguguran kandungan Tri mendapat dukungan dana dari Arif.

Sementara polisi masih mendalami kasus itu dengan menyelidiki 11 orang yang pernah menggunakan jasa aborsi Mita. Semuanya berasal dari beberapa daerah di Jatim.

"11 orang masih dalam penyelidikan di mana juga merupakan tersangka aborsi, dan berproses di 7 TKP. Ada yang di Surabaya, Sidoarjo, Blitar, Banyuwangi," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com