Dua Keponakan Mendikbud Tak Lolos PPDB Sistem Zonasi di Sidoarjo

Suparno - detikNews
Senin, 24 Jun 2019 08:26 WIB
Al Uyuna Galuh Cintania dan Al Uyuna Galuh Cantika/Foto: Suparno
Sidoarjo - Si kembar Al Uyuna Galuh Cintania dan Al Uyuna Galuh Cantika tidak lolos dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi di Sidoarjo. Keduanya merupakan keponakan Mendikbud Muhadjir Effendy.

Cintania mendaftar melalui jalur prestasi (japres) non akademik. Yakni dengan modal medali emas Kejurnas Puncak Silat dan medali perak lomba robot tingkat nasional. Sementara Cantika bermodal medali emas lomba story telling tingkat nasional dan medali perak lomba film indie tingkat nasional.

Mereka berdua lulusan SMP Muhammadiyah I Sidoarjo. Dalam sistem zonasi lalu, mereka mendaftarkan di SMA I Negeri Sidoarjo. Namun keduanya gagal masuk SMA yang diidam-idamkan.

"Anak kami si kembar ini mendaftarkan PPDB sistem zonasi melalui japres non akademik. Namun keduanya gagal masuk SMA Negeri I Sidoarjo," kata sang ayah, Anwar Hudijono kepada wartawan di rumahnya, Senin (24/6/2019).


Hudijono membenarkan bahwa si kembar merupakan keponakan Mendikbud. Meski begitu, selaku wali murid pihaknya mengaku legowo. Itu merupakan keputusan yang terbaik dari pihak panitia PPDB di Sidoarjo.

"Kami Sekeluarga tidak mempersalahkan keputusan tersebut, kami sekeluarga sudah legowo. Apalagi si kembar sudah enjoy masuk di SMAMDA II Sidoarjo," imbuh Hudijono.

Hudijono tinggal di Perum Pondok Jati Blok AK 13 Kecamatan Kota Sidoarjo. Ia menerangkan, rumahnya dengan SMA Negeri I Sidoarjo berjarak sekitar 2,4 kilometer. Si kembar memilih SMA Negeri I Sidoarjo mengikuti jejak kakaknya.

"Sebenarnya memang banyak teman-teman yang menanyakan, kenapa tidak bisa masuk di SMA Negeri I Sidoarjo. Padahal memiliki prestasi di tingkat nasional. Tapi kami yakin itu keputusan terbaik dari panitia PPDB Sidoarjo," terangnya.


Menurut Hudijono, sistem zonasi merupakan sistem yang terbaik. Harapannya, tidak hanya sekolah favorit yang terpenuhi bangkunya oleh siswa baru. Termasuk sekolah-sekolah yang ada di pinggiran Kota Sidoarjo.

"Yang terpenting si kembar itu sudah berusaha. Selebihnya semua diserahkan kepada Allah. Apapun keputusannya kami terima, insya Allah di SMAMDA ini merupakan keputusan Allah yang terbaik," lanjutnya.

Hudijono merupakan adik kandung dari Mendikbud Muhadjir Effendy. Ia merupakan anak kedelapan dari sembilan bersaudara. Sedangkan Mendikbud anak keenam dari pasangan Soeroya dan Sri Subita.



Soal Zonasi Sekolah, KPAI: Problemnya Sosialisasi, Daerah Tak Siap:

[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)