detikNews
Jumat 21 Juni 2019, 17:37 WIB

Di Balik Kasus Gadaikan Istri Rp 250 Juta, Polisi Dalami Human Trafficking

Hilda Meilisa - detikNews
Di Balik Kasus Gadaikan Istri Rp 250 Juta, Polisi Dalami Human Trafficking Hori, suami penggadai istri Rp 250 juta (Foto: Istimewa)
Lumajang - Kasus seorang suami di Lumajang, Hori, yang menggadaikan istrinya Rp 250 juta masih belum usai. Kali ini, polisi mendalami human trafficking yang dilakukan Hori dengan menjual anaknya Rp 500 ribu.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan pihaknya masih dalam tahap pengumpulan bukti. Jika bukti dirasa cukup, pihaknya akan melakukan penyidikan.

"Untuk kasus human trafficking akan kami dalami, dan kalau memang cukup bukti kami akan lakukan penyidikannya. Tapi sampai saat ini kami belum mendapatkan cukup bukti, karena hanya dari keterangan istri Hori sendiri," kata Arsal kepada detikcom di Surabaya, Jumat (21/6/2019).

Arsal menambahkan selama ini memang belum ada laporan human trafficking. Namun berdasarkan keterangan saksi yang ada, kasus ini memang menuju ke sana. Terlebih, Arsal mengatakan ada pemalsuan dokumen akta kelahiran yang dilakukan Hori saat menjual anaknya.


Sementara itu, Arsal mengatakan dua hari lalu pihaknya juga telah mendatangkan istri Hori, Kepala Desa, serta orang yang ditengarai sebagai pihak yang membeli anak Hori, Sahar. Sahar pun mengaku jika Hori dulu memiliki hutang Rp 500 ribu saat sama-sama merantau di Riau.

Namun, pernyataan tersebut dibantah Hori yang mengatakan jika dia menitipkan anaknya agar diasuh serta disekolahkan ke Jawa, mengingat Sahar dan istrinya akan pulang ke Pulau Jawa.

Melihat hal ini, Arsal mengaku menyarankan kesemuanya agar bermusyawarah dahulu. Sementara untuk proses hukumnya, Arsal mengatakan hal ini akan diselidiki lebih lanjut oleh polisi.

"Saat ini saya mengambil sikap dengan menyelesaikan permasalahan ini terlebih dahulu secara musyawarah. Kepala desa saya minta agar duduk bersama, jalan keluar apa yang harus dilakukan, apalagi mereka semuanya satu desa," imbuh Arsal.


Sebelumnya, kasus ini sempat mencuat lantaran Hori meminjam uang kepada Hartono sebesar Rp 250 juta. Sebagai jaminan, Hori menyerahkan istrinya, kepada Hartono. Istrinya akan dikembalikan ke Hori bila ia telah melunasi utangnya. Selama Hori belum melunasi utangnya, maka istrinya akan tetap bersama Hartono.

Satu tahun berlalu, Hori ingin menebus utangnya kepada Hartono. Tapi Hori tak mempunyai uang. Hori bermaksud menebus utangnya dengan sebidang tanah agar istrinya bisa diambil. Namun niat Hori tak diterima Hartono. Hartono tak ingin uangnya ditebus dengan sebidang tanah, harus ditebus dengan uang. Penolakan itu membuat Hori kecewa.

Karena kecewa, Hori akhirnya merencanakan pembunuhan. Niat Hori membunuh ternyata berakhir salah sasaran. Hori melihat seseorang mirip Hartono dan dibacoklah orang itu dari belakang. Hori kemudian sadar bahwa orang yang dibacoknya bukanlah Hartono, tetapi pria yang akhirnya diketahui bernama Hola. Hola tewas dalam perawatannya di rumah sakit.




Simak Juga 'Suami Penggadai Istri di Lumajang Tega Jual Anak demi Bayar Utang':

[Gambas:Video 20detik]


(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com