detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 17:11 WIB

Padi Siap Panen di Lamongan Mengering Disemprot Obat Rumput, Ulah Siapa?

Eko Sudjarwo - detikNews
Padi Siap Panen di Lamongan Mengering Disemprot Obat Rumput, Ulah Siapa? Padi siap panen yang mengering disemprot obat pembasmi rumput (Foto: Istimewa)
Lamongan - Gara-gara ulah orang tak dikenal, padi di sawah warga Lamongan ini mengering. Padi yang sudah mau dipanen tersebut mengering karena dirusak menggunakan obat pembasmi rumput.

Padi yang mengering karena disemprot obat pembasmi rumput tersebut milik Kasmijan dan Matoha, keduanya warga Desa Wanar, Kecamatan Pucuk. Akibat ulah orang tak dikenal ini, lahan pertanian milik Kasmijan dan Matoha seluas 150 ru atau lebih 400 meter persegi rusak dan kering karena terkena obat pembasmi rumput.

"Dua petani ini baru tahu kalau padi mereka mengering gara-gara terkena obat (rumput)," kata anggota DPRD Lamongan, Fredi menceritakan kejadian yang dialami oleh petani ini, Selasa (18/6/2019).

Dikatakan Fredi, gara-gara terkena obat pembasmi rumput tersebut, lahan padi milik Kasmijan dan Matoha yang kurang 25 hari lagi akan dipanen tersebut mengering. Dua petani tersebut, lanjut Fredi, tahu pasti kalau padi mereka disiram atau disemprot obat pembasmi rumput karena kondisi padi yang hitam mengering dan terlihat gosong.


"Selain padi yang mati, ada sebagian rumput di pematang yang juga mati karena terkena obat tersebut," ungkap Fredi.

Fredi mengatakan para petani ini belum tahu siapa yang telah berbuat sejahat itu kepada mereka. Dua petani ini, lanjut Fredi, mengalami kerugian yang tak sedikit akibat ulah orang tak bertanggung jawab ini. Sebelum ini mereka sudah mengeluarkan biaya yang tak sedikit untuk biaya pengairan dan obat.

"Kedua korban berharap pelakunya bisa diketahui dan tindakannya diganjar dengan hukum yang berlaku. Kedua petani ini juga sudah berusaha mencari pelaku dengan dibantu warga lainnya," ungkap Fredi sembari mengungkapkan kalau korban hanya menemukan bekas jejak kaki di sawah.


Fredy yang juga warga Desa Wanar ini berharap agar pelakunya berhasil ditangkap dan diproses secara hukum agar ada efek jera bagi yang lain. Kini, Matoha dan Kasmijan serta warga desa lainnya berencana untuk membuat ronda malam di sekitar lahan pertanian agar ulah tangan jahil ini tidak meluas.

"Mereka juga heran, karena selama ini mereka merasa tak punya musuh kepada siapapun," kata Fredi seraya menyebut kalau akibat kejadian ini mereka mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.



Tonton video Mentan: Produksi Padi di Sultra Capai 700 Ribu Ton, Ekspor Naik!:

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed