detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 08:55 WIB

Round-Up

Sepatah Kata Gus Nur yang Diprediksi Baikan dengan NU

Suki Nurhalim - detikNews
Sepatah Kata Gus Nur yang Diprediksi Baikan dengan NU Gus Nur usai menjalani sidang/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Gus Nur menjalani sidang kasus video hina NU di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (13/6). Usai sidang, Gus Nur tidak menutup kemungkinan akan berdamai dengan NU.

Empat saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang Sugi Nur Raharja alias Gus Nur. Gus Nur disidang terkait dugaan pencemaran nama baik melalui video hina NU dengan judul "Generasi Muda NU Penjilat".

Keempat saksi yang dihadirkan adalah Ma'ruf Syah, Nuruddin Ar Rahman, Muhammad Syukron, dan Muhammad Nizar.

Kesaksian disampaikan saksi pelapor yakni Ma'ruf Syah yang juga sebagai dosen tetap di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan juga Wakil Ketua Dewan Tanfidziyah PWNU Jatim. Ma'aruf mengakui jika dirinya yang melaporkan Gus Nur ke Polda Jatim. Ma'ruf sendiri mengetahui adanya video tersebut dari WhatsApp.

"Karena membawa dampak buruk bagi anak-anak kita. Dengan menyebut kata-kata kotor, karena dia mengaku sebagai ustaz yang tidak pantas melontarkan kata-kata tersebut," kata Ma'ruf Syah saat memberikan keterangan di ruang Cakra PN Surabaya.


"Kenapa kita laporkan, karena video itu seakan-akan membenarkan bahwa generasi NU jelek seperti itu. Kedua ini menjadi pendidikan yang jelek bagi anak-anak generasi muda ketika melihat tampilan di akun itu, seakan-akan menjadi pendidikan kurang baik bagi anak-anak yang kita didik dengan akhlakul karimah. Dengan adanya ceramah itu seakan-akan membenarkan bahwa itu benar," imbuhnya.

Kemudian Wakil Ketua Syuriah PWNU Jatim KH M Nuruddin Ar Rahman menyayangkan perkataan Gus Nur dalam video atau vlog tersebut. Menurutnya, secara moral sebagai dai seharusnya penyampaian lisan Gus Nur harus sopan. Ia juga mencontohkan jika ada perkataan Gus Nur yang memicu pertengkaran.

"Kalau loe jual, saya beli kita beli. Itu kalau menurut orang Madura ngajek carok, itu bahaya. Oleh sebab itu semoga dia sadar," kata Nuruddin mengulang perkataan Gus Nur dalam video.

Meski tengah menjalani persidangan, Gus Nur tak menutup kemungkinan akan berdamai dengan NU yang disebut sudah dihinanya melalui video. Menurutnya kemungkinan itu selalu ada.

"Insya Allah selalu ada," ujar Gus Nur sembari menuju mobilnya dengan didampingi petugas dan kuasa hukumnya di PN Surabaya.


Menanggapi itu, Kiai Nuruddin dan Ma'ruf Syah mempersilakan Gus Nur berdamai dengan Banser dan Ansor serta NU. "Damai kita terima, tapi proses hukum tetap berjalan. Proses hukum tidak mempengaruhi perdamaian ini," ujar Ma'ruf Syah.

Kericuhan terjadi usai persidangan yang dipicu perkataan yang dianggap tak pantas yakni menyebut kata PKI. Seorang Banser Waru, Sidoarjo Abdur Rohman mengaku melihat seorang pria berkopiah biru mengatakan kata PKI kepada Kiai Nurudin Ar Rahman. Saat itu Kiai Nurudin hendak lewat keluar dari pengadilan.

"Ada Kiai Nuruddin lewat, (pria) itu bilang PKI lewat, PKI lewat. Yang ngomong orang pakai kopiah biru sama pakai sarung. Terus saya tarik nggak mau, terus ditunggu di luar," kata Abdur.

Pria tersebut diketahui bernama Salim Ahmad. Pria kelahiran Gorontalo itu kemudian meminta maaf kepada anggota banser yang masih bertahan dengan diawali ucapan salam.

"Saudara-saudaraku Ansor, Banser, saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas ketersinggungan sampean, wa'alaikumsalam warah matullahi wabarakatu," ujar Salim.



Sepatah Kata Gus Nur yang Diprediksi Baikan dengan NU

(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed