detikNews
Kamis 13 Juni 2019, 20:03 WIB

Tradisi Kupatan di Lamongan, Gunungan Ketupat Diarak ke Tanjung Kodok

Eko Sudjarwo - detikNews
Tradisi Kupatan di Lamongan, Gunungan Ketupat Diarak ke Tanjung Kodok Gunungan ketupat dibawa ke Tanjung Kodok (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Lamongan memiliki tradisi unik untuk merayakan Lebaran ketupat. Warga beramai-ramai mengarak tumpeng ketupat menuju Tanjung Kodok sebelum dihidangkan bersama.

Camat Paciran Fadheli Purwanto mengatakan tradisi arak-arakan tumpeng ketupat yang dibentuk menyerupai menara masjid ini sudah berjalan sekitar 4 tahunan. Arak-arakan tumpeng ketupat ini, kata Fadheli, adalah bentuk penghargaan mereka kepada Raden Nur Rahmat atau Sunan Sendang Duwor dalam menyebarkan Islam di wilayah pesisir pantai utara Jawa.

"Konon dahulunya Raden Nur Rahmat diberikan dua buah masjid oleh Mbok Rondo Mantingan. Masjid tersebut bisa menjadi milik Raden Nur Rahmat asal bisa memindahkan masjid ke Sendang Duwur dalam satu hari hari," jelas Fadheli seraya menambahkan kalau Tanjung kodok adalah lokasi pertama dari masjid yang diangkat oleh Raden Nur Rahmat menuju Sendang Duwur.

Fadheli meneruskan Raden Nur Rahmat akhirnya berhasil memindahkan masjid tersebut dalam satu hari ke Sendang Duwur berkat bantuan hewan, yaitu katak.


"Konon dahulunya kawanan katak-katak itulah yang membawa masjid itu naik ke gunung atau di sendang duwur, yang berada di atas sana," kata Fadheli sambil menunjuk arah Desa Sendang Duwur.

Sebelumnya, menurut Fadheli, masyarakat Paciran dan sekitarnya dalam merayakan hari raya kupatan ini secara sendiri-sendiri dengan menggelar selamatan di rumah mereka masing-masing. Hingga akhirnya muncul sebuah ide, agar budaya ini terus dilestarikan dengan cara dibuat sebuah festival.

"Kegiatan ini baru empat tahun berjalan. Dan sebelumnya masyarakat Paciran tidak mengadakan acara seperti ini," katanya.


Pelestarian budaya dengan membuat festival ketupat ini, kata Fadheli, akan Terus dilakukan setiap tahun sebagai upaya pemerintah kecamatan Paciran untuk mempromosikan wisata bahari di pesisir pantai utara laut Jawa tersebut. Saat ini, lanjut Fadheli, sudah terdapat beberapa objek wisata baik buatan maupun alam yang sudah mulai menjamur di Paciran.
"Sambil melestarikan budaya kita mengkampanyekan sejumlah lokasi wisata yang ada di Paciran agar menarik bagi wisatawan," ungkapnya.

Dalam festival ketupat yang dimulai dari Terminal Paciran ini, sejumlah kesenian daerah juga ditampilkan selama arak-arakan berlangsung. Sejumlah kesenian tersebut diantaranya adalah jaranan, tongklek dan lainnya. Kemeriahan acara ini benar-benar menyedot perhatian masyarakat yang setidaknya seribu warga turut menyaksikan acara ini.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed