Penerimaan Siswa Baru SD dan SMP di Surabaya Jalur Zonasi Mulai Dibuka

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 11 Jun 2019 19:27 WIB
Kadispendik Surabaya Ikhsan (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mulai membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD dan SMP tahun ajaran 2019/2020. Berbeda dengan sistem penerimaan tahun sebelumnya, pada tahun ini Dispendik menggunakan pola baru yakni jalur zonasi.

"Program PPDB tahun ini baru. Ada beberapa hal yang sangat tidak sama dengan yang lama terkait zonasi. Zonasi ini 90 persen dari kapasitas daya tampung sekolah, 5 persen mutasi orang tua, 5 persen jalur prestasi dibagi dua, pertama nilai UN dan prestasi lomba," kata Kepala Dispendik Kota Surabaya Ikhsan kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

"Selama ini kita memang memberi peluang besar bagi anak-anak berprestasi akademik/non akademik. Prestasi daya tampung dari sekolah hanya 5 persen dan dibagi dua itu tadi," lanjut Ikhsan.


Ikhsan menambahkan, dalam PPDB jalur zonasi, pihaknya juga menerapkan kategori mitra warga. Menurut Iksan, kategori mitra warga dikhususkan bagi siswa dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Mitra warga konsepnya sama dengan zonasi. Ditempatkan di sekolah yang terdekat dengan sekolah. Tapi jika daya tampung terpenuhi yang lainnya akan dicarikan di sekolah yang terdekat setelah yang terdekat pertama," ujar Ikhsan.

"Mekanismenya itu betul-betul disesuaikan dengan lingkungan terdekat sekolah. Tapi dengan melihat daya tampung sekolah tersebut," tambahnya.


Untuk penentuan PPDB jalur zonasi, terang Iksan, pihaknya menggunakan 31 zona berdasarkan dari 31 kecamatan yang ada di Surabaya. Sedangkan untuk mengukur jarak terdekat dengan sekolah yang ada pihak Dispendik menggunakan titik nol dari RT/RW ke sekolah.

"Kita memakai 31 zona berdasarkan kecamatan dan sistem RT RW. Jadi ketika mendaftar secara otomatis akan muncul 5 sekolah terdekat. Kemudian dari 5 sekolah akan diminta memilih 2 sekolah dari yang paling terdekat. Sedangkan untuk penentuan atau seleksi paling dekat kita akan melihat dari zona titik nol dari RT tempat domisilinya," tandas Ikhsan. (iwd/iwd)