detikNews
Senin 10 Juni 2019, 22:26 WIB

Transaksi Lewat Michat, Kos Harian di Surabaya Jadi Sarang Prostitusi

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Transaksi Lewat Michat, Kos Harian di Surabaya Jadi Sarang Prostitusi Pasangan mesum yang terjaring razia (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya - Satu pasangan mesum terjaring operasi yustisi yang digelar Pemkot Surabaya. Mereka terjaring berada satu kamar di sebuah kos harian di kawasan Dukuh Kupang.

Temuan ini diduga merupakan kasus prostitusi online. Indikasinya adalah ada uang yang ditemukan dan transaksi menggunakan aplikasi percakapan.

Camat Dukuh Pakis Bagus Supriyadi mengatakan pihaknya menggelar operasi yustisi usai lebaran untuk melakukan pendataan warga baru. Namun saat dilakukan pendataan, pihaknya menemukan satu pasangan bukan suami istri sedang berada di kamar kos berduaan.

"Operasi yustisi kependudukan dilakukan sesuai arahan ibu wali kota usai lebaran di wilayah masing-masing. Namun saat kami melakukan yustisi, kami temukan pasangan bukan suami istri berada didalam kamar," kata Bagus kepada wartawan di Polsek Dukuh Pakis, Senin (10/6/2019).


Lurah Dukuh Kupang Fahmi F Ardiansjah mengatakan pihaknya menangkap basah pasangan mesum itu di kamar. Sang laki-laki berinsiial TJS sementara si perempuan berinisial R. Petugas menemukan barang bukti uang Rp 300 ribu dari tangan R.

"Kami menemukan pasangan bukan suami istri itu saat di dalam kamar. Kami juga menemukan barang bukti uang 6 lembar pecahan Rp 50 ribu, yang saat itu dipegang oleh si pria. Tak hanya itu handphone keduanya juga berisi chat," jelas Fahmi.

Saat dimintai keterangan oleh petugas, pasangan itu mengaku saling mengenal melalui aplikasi Michat. Setelah bernegosiasi dan sepakat, keduanya menyepakati dan janjian ketemu di kamar kos melalui aplikasi itu.

"Dari pengakuan TJS, mereka melakukan tawar menawar dan menyepakati harga Rp 300 ribu sebagai jasa dan sewa kamar," ujar Fahmi.


"Kami lakukan pendataan identitas TJS lengkap. Sedangkan sang perempuan tidak memiliki indetitas sama sekali alias T4," ujar Bagus.

Kini keduanya, dibawa oleh petugas ke Polsek Dukuh Pakis untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya, apakah ada unsur pidananya atau tidak. Jika ada akan kami proses lebih lanjut. Namun jika tidak, karena salah satu dari mereka tidak memiliki identitas, sesuai perda Kota Surabaya akan kami limpahkan ke Liponsos untuk dilakukan pembinaan," jelas Kapolsek Dukuh Pakis Kompol Sugihartoyo.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed