detikNews
Senin 10 Juni 2019, 16:55 WIB

Satu Keluarga di Mojokerto Keracunan Makanan, 1 Tewas

Enggran Eko Budianto - detikNews
Satu Keluarga di Mojokerto Keracunan Makanan, 1 Tewas Salah satu korban keracunan makanan dirawat di rumah sakit (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Satu keluarga di Mojokerto keracunan makanan usai rekreasi libur lebaran di Telaga Sarangan, Magetan. Dari 5 orang yang keracunan, satu di antaranya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kelima korban keracunan ini adalah pasangan suami istri Wagimin (66) dan Tiah (58), anak serta menantu Wagimin, Nova Anggraeni (36) dan Heri Estianto (53).

Keempat korban asal Jalan Watudakon, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Sementara satu korban lainnya Juma'atin (64), saudara Wagimin asal Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Salah seorang korban Nova Anggraeni mengatakan, sebelum mengalami gejala keracunan, dia mengisi libur lebaran dengan rekreasi ke Telaga Sarangan di Magetan, Sabtu (8/6/2019). Sebanyak 14 orang dalam satu keluarganya ikut ke Telaga Sarangan menggunakan 2 mobil.


Sampai di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB, lanjut Nova, dirinya makan bersama di kawasan wisata Telaga Sarangan. Saat itu makanan yang disantap mulai dari nasi rawon, rujak, semangka, teh celup, kopi kemasan, hingga aneka kue lebaran. Aneka makanan itu dibawa keluarganya dari rumah.

"Sekitar dua jam setelah makan-makan itu mereka baru terasa sakit. Pusing, mual, muntah dan diare," kata Nova kepada detikcom di IGD RSI Sakinah, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Mojokerto, Senin (10/6/2019).

Dari 14 orang yang ikut makan bersama di Telaga Sarangan, kata Nova, hanya 5 orang yang mengalami gejala keracunan. Yaitu dirinya, Wagimin, Heri, Tiah dan Juma'atin. Ayah kandung Nova, Wagimin tak sadarkan diri setelah mengalami muntaber lebih dari 10 kali. Sementara anak-anak Nova tak mengalami gejala keracunan.

"Yang tidak sakit banyak, mungkin kondisinya kurang fit, makan campur-campur. Belum tentu saya dan keluarga mengalami keracunan," ujar ibu dua anak ini sembari sesekali memegangi perutnya yang masih mual.

Kepala IGD RSI Sakinah Dr Fitria Intan Beladina menjelaskan, kelima korban baru dibawa ke rumah sakit siang tadi sekitar pukul 10.00 WIB. Sayangnya, Wagimin sudah tak bernyawa saat sampai di ruang IGD. Sehingga korban tak sempat mendapatkan perawatan medis.

"Satu pasien kondisi datang sudah meninggal, yang empat keluhan muntah, diare dan pusing. Yang meninggal juga keluhannya muntah dan diare lebih dari 10 kali," terangnya.


Sejak mengalami gejala keracunan pada Sabtu malam, menurut Dr Fitria, kelima korban belum sekali pun mendapatkan penanganan medis. Mereka hanya minum obat yang dibeli dari warung. Para korban baru dibawa ke RSI Sakinah setelah mengetahui kondisi Wagimin memburuk.

Saat ini tinggal Nova, Heri dan Juma'atin yang menjalani perawatan di RSI Sakinah. Menurut Dr Fitira, Tiah memaksa pulang untuk mengurus pemakaman suaminya. Ketiga korban kini sedang diobservasi sembari mendapatkan obat anti muntah dan diare agar tak mengalami dehidrasi.

Dr Fitria mengaku belum bisa memastikan penyebab gejala keracunan yang dialami kelima korban. Pihaknya melakukan rangkaian pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Mulai dari tes darah, foto rognten, hingga USG.

"Penyebabnya salah satunya bisa karena makanan, tangan kotor saat makan, minuman juga bisa. Banyak dugaan. Untuk lebih jelasnya kita tunggu hasil pemeriksaan," tandasnya.

Kasus indikasi keracunan satu keluarga ini ditangani polisi. Petugas terlihat mengorek keterangan dari para korban di ruang IGD RSI Sakinah.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed