detikNews
Senin 10 Juni 2019, 15:43 WIB

12 Hari Operasi Ketupat Semeru 2019, Kecelakaan di Jatim Turun 56%

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
12 Hari Operasi Ketupat Semeru 2019, Kecelakaan di Jatim Turun 56% Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Selama 12 hari Operasi Ketupat Semeru 2019, angka kecelakaan di Jawa Timur menurun. Data sementara hingga Minggu (9/6) malam, penurunan angka kecelakaan mencapai 56 persen.

Sebelumnya, Operasi Ketupat Semeru digelar mulai 29 Mei hingga 10 Juni. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, data sementara baik angka kecelakaan hingga angka kematian menurun dibanding Lebaran 2018.

Barung menambahkan, di tahun 2018 tercatat ada 357 kecelakaan di jalanan. Namun kini hanya ada 157 kasus kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Jatim.

"Analisis dan evaluasi Operasi Ketupat yang kita sampaikan tadi mengalami penurunan. Dari 39 polres dan polresta jajaran, didapatkan data bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas dari tahun 2018 sebanyak 357, yang terjadi secara kuantitas menurun 56% di angka 157 di 2019," kata Barung kepada detikcom di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (10/6/2019).


Sementara untuk kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal, Barung menyebut datanya juga menurun sebanyak 47%. Meski demikian, pihaknya menyesalkan kecelakaan yang terjadi.

"Yang meninggal dunia dari 38 orang di 2018, sampai dengan hari ini turun 47% di 2019 menjadi 20 orang. Catatan Kapolda untuk yang meninggal dunia beliau menyesalkan yang terjadi, tapi untuk human error ya bagaimana lagi," imbuhnya.

Kemudian untuk korban kecelakaan dengan luka berat dan luka ringan, Barung menambahkan, angkanya juga menurun. Luka berat di 2018 mencapai 45 jiwa, sedang di 2019 menurun 60% menjadi 18 orang.


"Kemudian luka ringan juga menurun, angkanya sampai 55 persen. Tahun 2018 ada 520 orang yang luka berat, lecet dan lain lain. Di 2019 hanya 233 orang," lanjut Barung.

Dari analisis dan evaluasi yang dilakukan pihak kepolisian, kecelakaan terbanyak terjadi pada kendaraan roda dua. Yakni sebanyak 199 kasus. Sementara untuk mobil penumpang 54 kasus dan mobil barang 21 kasus.

Barung menyakini, penurunan jumlah kecelakaan salah satunya karena tersedianya infrastruktur yang memadai. Selain itu, banyaknya mudik gratis juga dinilai menjadi penyebab pengurangan kecelakaan.

"Layanan mudik gratis juga menjadi salah satu faktor. Masyarakat diajak untuk menggunakan angkutan masal dan tidak mengendarai sepeda motor," pungkasnya.



Tonton video Mobil Sarat Penumpang Terjun ke Jurang, 1 Bocah Tewas dan 7 Terluka:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed