Hore, Penyandang Disabilitas Nganjuk Dipermudah Mengurus SIM

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 31 Mei 2019 05:30 WIB
Difabel Nganjuk dipermudah membuat SIM/Foto: Sugeng Harianto
Nganjuk - Puluhan difabel Kabupaten Nganjuk mengaku bahagia. Pasalnya, mereka akan mendapat fasilitas khusus yakni dipermudah pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Untuk biaya pembuatan SIM baru hanya Rp 50 ribu dan perpanjang hanya Rp 30 ribu.

"Alhamdulillah, senang sekali kita, oleh pak kapolres akan dipermudah dalam pengurusan pembuatan SIM D. Tentu akan sangat bermanfaat bagi penyandang difabel," ujar Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk, Purwaningsih kepada wartawan usai buka bersama dengan Polres Nganjuk Kamis (30/5/2019).

Kegembiraan yang dirasakan para penyandang Difabel, kata Purwaningsih, bukan hanya lantaran dipermudah dalam pembuatan SIM D saja. Para difabel merasa sangat diperhatikan dan mendapat kesetaraan hidup.

"Anak-anak sangat terharu, merasa diperhatikan dengan kegiatan buka bersama ini," imbuhnya.

Sementara Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta, sengaja mengajak 60 anak difabel berbuka bersama. Kapolres juga ingin mewujudkan rasa memiliki kesempatan yang sama dengan mudahnya mengurus SIM D.


"Tujuannya adalah ingin mengajak semuanya bahwa kita semua memiliki kesempatan yang sama. Agar dalam kegiatan aktivitas sehari-hari enggunakan sepeda motor roda tiga yang sesuai dengan peruntukannya. Untuk pembuatan SIM D ini setara Sim C, tentu syarat harus termodifikasi kendaraan roda tiganya," ujar Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta saat dikonfirmasi.

Kapolres menuturkan buka bersama ini juga untuk meniadakan stigma penyekatan antara penyandang difabel dengan masyarakat pada umumnya.

"Pada dasarnya semua manusia itu sama, untuk itu kita harus merangkul mereka dan selalu mensupport agar tetap semangat dan optimis untuk kedepannya," tandasnya.

Para penyandang difabel ini merupakan dari Sekolah Luar Biasa Patianrowo di bawah asuhan Iptu Oyok Suharno anggota Polsek Patianrowo, Nganjuk.

"Sejak 30 Mei 2006 mulai berdirinya SLB Dharma Bhakti Patianrowo hingga sekarang, saya ikut mengasuh. Siswa mulai TKLB, SDLB, SMPLB, SMALB saat ini ada 54 siswa, Guru 18," ujar Iptu Oyok. (fat/fat)