detikNews
Kamis 30 Mei 2019, 17:17 WIB

Antisipasi Malaria, Suhu Tubuh Pemudik di Pelabuhan Tanjung Perak Diperiksa

Amir Baihaqi - detikNews
Antisipasi Malaria, Suhu Tubuh Pemudik di Pelabuhan Tanjung Perak Diperiksa Petugas mendeteksi panas badan penumpang yang turun dari kapal (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Pemudik dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mendapat pengawasan dari kantor Instansi Kesehatan. Kegiatan pengawasan itu dilakukan untuk mengantisipasi migrasi malaria dari daerah endemis.

Kepala bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi (PKSE) kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya, Kementerian Kesehatan Budi Santosamengatakan, pihaknya melakukan pengawasan ketat terutama yang datang dari Indonesia Timur. Sebab selama ini daerah tersebut selama ini dikenal sebagai endemis malaria tertinggi. Kegiatan pengawasan sendiri sudah dimulai dari tanggal 21 mei sampai dengan 21 juni 2019.

"Daerah endemis malaria tinggi wilayah Indonesia adalah Kalimantan Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa Tengah dan Timur, NTT, Papua," kata Budi kepada detikcom di pelabuhan, Kamis (30/5/2019).


Untuk pengawasan, lanjut Budi, pihaknya langsung melakukan pendeteksian suhu tubuh kepada para penumpang yang baru turun. Jika terdeteksi positif, maka pihaknya akan langsung memberikan tindakan medis.

"Kalau ditemukan penumpang dengan gejala malaria maka akan dilakukan tes untuk memastikan positif tidaknya kena malaria. Jika positif malaria akan akan dilakukan pengobatan dan rujukan selanjutnya," terang Budi.

Dikatakan Budi, kegiatan tersebut digelar karena saat ini Jawa Timur merupakan daerah yang sudah terbebas dari penularan malaria. Sehingga pemeriksaan itu merupakan tindakan preventif.


"Jawa timur merupakan daerah yang sudah bebas dari penularan malaria atau daerah eliminasi, sehingga kantor kesehatan pelabuhan berkewajiban untuk menjaga agar tidak ada kasus penularan," imbuhnya.

"Sampai saat ini sudah dilakukan pengawasan terhadap 21 kapal dengan rincian jumlah penumpang 10.440 orang dan belum ditemukan penumpang positif malaria," pungkasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed