Mahasiswa Probolinggo Demo Pertanyakan 99 Hari Kerja Pertama Wali Kota

M Rofiq - detikNews
Rabu, 29 Mei 2019 19:29 WIB
Wali Kota Hadi Zainal Abidin saat berdialog pada mahasiswa/Foto: M Rofiq
Probolinggo - Diawali dengan longmarch mengitari jalanan protokol Kota Probolinggo, sejumlah mahasiswa melakukan demo di depan Kantor Wali Kota. Mereka para mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Mereka mempertanyakan kinerja Wali Kota Hadi Zainal Abidin yang menurut mereka belum tampak. Padahal Hadi sudah lebih dari 99 hari memimpin kota tersebut.

Unjuk rasa dilakukan dengan memblokade Jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo, sehingga lalu lintas menjadi tersendat. Sekitar 15 menit berselang, aksi mahasiswa mendapat respons dari pemkot.

Wali Kota Hadi langsung menemui para pendemo dan meminta kejelasan terkait maksud demo para mahasiswa. Dari pertemuan itu, Hadi kecewa lantaran sejumlah mahasiswa yang hadir mayoritas merupakan warga Kabupaten Probolinggo.


"Tolong mahasiswa yang asli Kota Probolinggo maju ke sini, dan tuntutannya apa biar saya dengar secara langsung. Ada tidak mahasiswa yang asal Kota Probolinggo," tanya Hadi ke para pendemo, Rabu (29/5/2019).

Selain itu Hadi juga memprotes salah satu poster yang dibawa mahasiswa. Poster tersebut bertuliskan '99 Hari Kerja Ngapain Saja'. Kepada mahasiswa, ia menjelaskan sudah menggratiskan biaya pendidikan di Kota Probolinggo usai dilantik.

Kemudian menurut Hadi, dibukanya mal pelayanan publik yang diharapkan bisa memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat. Lalu Pemkot juga sudah meresmikan pelayanan 112, untuk mempermudah warga menghubungi Pemadam Kebakaran, Satpol PP dan pelayanan lainnya agar lekas direspon.


"Jika dalam masa kerja saya belum seluruhnya terealisasi, karena memang semuanya masih dalam proses. Apalagi saat ini kalo dihitung dalam masa kerja saya masih 80 hari atau belum genap dan lebih 99 hari kerja," imbuh Hadi.

Menanggapi hal itu, Ketua Cabang HMI Kota Probolinggo, Abu Hanifa menjelaskan, jika para mahasiswa punya perhitungan sendiri dan menurutnya sudah masuk 99 hari kerja. Tak hanya itu, mahasiswa juga pernah mengirimkan surat audensi ke pemerintah kota, namun belum ada jawaban.

"Kita akan kirimkan surat audensi lagi terkait 99 hari kerja wali kota. Di mana 99 hari itu merupakan cerminan 5 tahun Kota Probolinggo ke depan," ujarnya.

Terkait audensi, Wali Kota Probolinggo menjelaskan jika ada miss komunikasi di mana sampai saat ini pihaknya belum menerima satu pun surat dari para mahasiswa. Demo kemudian berakhir dengan jabat tangan antara wali kota dan mahasiswa. (sun/bdh)