Round-Up

Kasus Pembakaran Polsek, Polisi Tahan 5 Tersangka dan Buru 5 Habib

Suki Nurhalim - detikNews
Selasa, 28 Mei 2019 04:02 WIB
Lima tersangka pembakaran Polsek Tambelangan yang sudah ditahan/Foto file: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Peristiwa pembakaran Polsek Tambelangan di Sampang, Madura, terus diselidiki. Pihak kepolisian sudah menahan 5 tersangka dan tengah memburu 5 oknum habib yang diduga terlibat.

Senin (27/5), lima dari enam tersangka pembakaran Kantor Polsek Tambelangan, Sampang, Madura, resmi ditahan. Sementara satu tersangka masih dilakukan pemeriksaan dan pendalaman.

Tersangka yang telah ditahan yakni Abdul Kodir Al Hadad, Hadi, Supandi, Hasan dan Ali. Semuanya memiliki tugas yang berbeda-beda dalam aksi pembakaran Polsek Tambelangan.

Polisi menemukan beberapa alat komunikasi handy talky (HT) saat menggeledah salah satu rumah pelaku. Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan, jenis HT yang digunakan sama dengan yang biasa digunakan aparat Polri.

"Saksi yang sudah kami periksa totalnya 17 saksi yang terkait dengan peristiwa tersebut, dan kasus ini sementara kami kenakan pasal berlapis pasal 200 KUHP, pasal 187 dan pasal 170 KUHP," Kapolda Luki kepada wartawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya.


Selain menahan lima tersangka, pihak kepolisian juga akan memburu lima oknum habib yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran polsek tersebut. Menurut Luki, mereka bersembunyi di pondok pesantren.

"Tadi malam ada lima orang lagi oknum habib yang akan kami tangkap," imbuh Luki.

Luki kemudian menyebut dalang utama dalam kasus itu merupakan seorang oknum habib bernama Habib Abdul Kodir Al Hadad atau Habib Abdul Qodir Al Hadad. "Hasil penangkapan ada beberapa pengembangan. Dari rumah tersangka kami juga mendapatkan alat-alat komunikasi, dari salah satu tersangka, dari inisial AK. Ini oknum habib," terangnya.

Polsek Tambelangan saat dilalap si jago merah/Polsek Tambelangan saat dilalap si jago merah/ Foto: Foto Antara

Menurutnya, Habib Abdul Kodir merencanakan pembakaran. Tersangka yang merencanakan pembuatan bom molotov dan membuat sumbu. Ia membawa massa sebanyak dua pikap atau 70-an orang hingga memberi komando pada massa untuk melempari mapolsek dengan bom molotov dan batu.

Tak hanya itu, Abdul Kodir juga ikut melempari mobil dinas di Mapolsek Tambelangan. Dia juga yang menyuruh massa untuk membeli bensin sebanyak dua liter yang digunakan dalam pembakaran.

"Ini aktor intelektualnya adalah Habib AK. Dia yang merencanakan, dia menyiapkan segala macam. Ada inisial H. Lainnya inisial S, H, dan A," papar Luki.


Sebelumnya Polda Jatim menyampaikan ada sekitar 200 massa yang membakar polsek tersebut. Namun menurut Luki, total massa yang ada di lokasi saat itu termasuk masyarakat yang menonton. Sedangkan untuk lima tersangka yang sudah ditahan, diketahui berasal dari beberapa organisasi masyarakat.

"Kami sedang dalami dari mana mereka-mereka. Yang jelas ini dari salah satu oknum FPI, oknum Laskar Sakera, dan LPI, lima orang (tersangka) ini," tambahnya.

Terakhir, Luki menyebut dua motif pembakaran Polsek Tambelangan. Yang pertama massa kecewa karena dihadang polisi saat hendak ke Jakarta untuk mengikuti aksi 22 Mei. Kedua, karena sejumlah pihak termakan kabar hoaks video aksi 22 Mei di Jakarta.

"Motifnya adalah kekecewaan dari mereka yang ingin berangkat ke Jakarta pada 21 dini hari. TNI Polri berhasil mengembalikan mereka ke rumahnya. Kedua adanya kiriman video dari rekannya di Jakarta menyampaikan mohon doanya saya tidak bisa keluar terkepung, ini diviralkan dan jadi rame," pungkas Luki.

Mapolsek Tambelangan, Sampang dibakar sejumlah massa. Pembakaran terjadi pada Rabu, (22/5/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke Mapolsek Tambelangan.

Massa selanjutnya melempari mapolsek dengan menggunakan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin beringas, hingga akhirnya terjadi pembakaran dengan melempar bom molotov.


Simak Juga "5 Habib Diburu karena Diduga Terlibat Pembakaran Mapolsek di Sampang":

[Gambas:Video 20detik]

(sun/fat)