detikNews
Jumat 24 Mei 2019, 14:53 WIB

Komitmen Khofifah Tolak Tambang Dipertanyakan Mahasiswa Jember

Yakub Mulyono - detikNews
Komitmen Khofifah Tolak Tambang Dipertanyakan Mahasiswa Jember Sejumlah mahasiswa sedang unjuk rasa/Foto: Yakub Mulyono
Jember - Kamis (23/5) merupakan 100 hari kerja Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Kini PC PMII Jember mempertanyakan komitmen Khofifah terkait penolakan eksploitasi SDA.

Nawa Bhakti Setya merupakan visi misi Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak yang disampaikan dalam rapat di DPRD Jatim beberapa waktu lalu.

"Salah satu poinnya, yakni poin Jatim Harmoni, Gubernur Jatim berupaya melakukan integrasi antara berbagai elemen termasuk potensi 51 titik ESDM," kata Korlap Aksi Baijury di sela unjuk rasa yang dilakukannya di Bundaran DPRD Jember, Jumat (24/5/2019).

Menurut data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), 608.193 hektare lahan hutan Jatim kritis akibat eksploitasi pertambangan.


"Karena hingga saat ini belum ada kebijakan yang jelas. Sehingga kami selalu berulang-ulang melakukan aksi sebagai bentuk komitmen kami menolak eksploitasi tambang ini," imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan sejumlah tuntutan yang disampaikan kepada Gubernur Jatim. "Di mana kami berharap Bu Khofifah untuk menjamin bahwa Jatim harus aman dari segala eksploitasi tambang," tambahnya.

Kemudian mereka juga mempertanyakan soal penataan kawasan dan pengkajian menyeluruh terhadap wilayah-wilayah yang punya nilai penting secara ekologis. Karena menurut Baijury, permasalahan penataan ruang tidak menjadi fokus dalam visi misi gubernur tersebut.


"Sehingga perlu adanya revisi RT/RW Jatim terkait ketentuan pertambangan," sambungnya.

Selain itu, lanjutnya, PC PMII Jember juga menuntut Setiajit untuk diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Dinas ESDM Jawa Timur.

"Karena mulai dari Zaman Gubernur Soekarwo, Setiajit selalu melakukan kerja yang memberdayakan pertambangan. Padahal sejak Blok Silo itu, masih saja terus menerus untuk melakukan eksploitasi, tidak ada solusi lain," tegasnya.

Menurut Baijury, di wilayah Kabupaten Jember terdapat sejumlah titik pertambangan yang perlu diperhatikan, dan diharapkan tidak untuk dieksploitasi. "Yakni di Blok Silo, Gunung Manggaran, wilayah Puger, dan juga beberapa di Kencong, tepatnya Pantai Paseban itu," pungkasnya.


Simak Juga "Bersama Tukang Becak, Khofifah rayakan Ulang Tahun":

[Gambas:Video 20detik]


(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed