Petani Pisang Gagal Panen, Pengusaha Keripik Kelabakan Jelang Lebaran

Petani Pisang Gagal Panen, Pengusaha Keripik Kelabakan Jelang Lebaran

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 16 Mei 2019 11:26 WIB
Bambang Cahyono sedang mengemas keripik pisang tanduk/Foto: Adhar Muttaqin
Bambang Cahyono sedang mengemas keripik pisang tanduk/Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung - Permintaan konsumen keripik pisang tanduk meningkat menjelang Lebaran. Namun hal itu berbanding terbalik dengan bahan baku yang sulit didapatkan akibat petani gagal panen.

Kondisi tersebut dialami seorang pemilik UKM pisang tanduk di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Bambang Cahyono. Dia mengatakan momen menjelang lebaran seharusnya menjadi kesempatan besar untuk meningkatkan produksi dan pendapatan. Karena jumlah permintaan jajanan cukup tinggi.

"Kalau sudah mau lebaran seperti ini, produksi berapa pun akan habis, tapi ya mau bagaimana lagi, kalau bahan bakunya langka. Ini saja saya sudah kehabisan pisang," kata Bambang, Kamis (16/5/2019).


Menurutnya, kondisi tersebut memaksanya mencari bahan baku hingga ke luar daerah. Sebab sejumlah kecamatan penghasil pisang tanduk di pesisir selatan Tulungagung banyak yang gagal panen.

"Biasanya saya cari pisang pengepul yang ada di Kecamatan Tanggunggunung dan Basuki, sekarang sepi. Kalaupun ada jumlahnya sedikit. Saya sempat cari di Watulimo Trenggalek, tapi di sana sudah banyak yang pesan," imbuhnya.

Selain langka, harga komoditas pisang tanduk tersebut juga mengalami kenaikan. Saat ini dijual antara Rp 6.700 sampai Rp 8 ribu/kg. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan kembali naik apabila stok dari petani masih sepi.


"Kalau informasi dari petani di selatan Tulungagung itu, mereka banyak yang gagal panen. Karena saat musim tanam yang lalu bersamaan dengan musim angin kencang. Sehingga banyak yang rusak dan produksinya turun," ujarnya.

Warga Perumahan Tiara Asri ini mengaku, setiap hari memproduksi minimal 2 kwintal keripik pisang tanduk. Produk jajanan tersebut didistribusikan ke sejumlah daerah di Tulungagung dan Jawa tengah.

"Kalau yang ke Jawa Tengah itu dalam kemasan grosir untuk dijual curah. Sedangkan di sini rata-rata dijual dalam kemasan 250 gram. Satu kemasan kami jual Rp 12.500/kantong," imbuhnya.

Bambang mengaku pangsa pasar keripik pisang tanduk sangat terbuka lebar. Pihaknya memanfaatkan penjualan melalui media sosial maupun ke konsumen langsung atau pedagang. (sun/fat)