DetikNews
Rabu 15 Mei 2019, 20:35 WIB

Sandiaga Kisahkan Perubahan Besar di Indonesia Tiap 20 Tahun

Hilda Meilisa - detikNews
Sandiaga Kisahkan Perubahan Besar di Indonesia Tiap 20 Tahun Sandiaga berbicara kepada relawan sebelum bukber (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Sandiaga Uno berbuka puasa bersama para relawannya di Rumah Pemenangan Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Jatim yang berlokasi di Jalan Gayungsari, Surabaya. Sebelum berbuka, Sandi sempat menceritakan kejadian 20 tahun lalu, tepatnya di bulan Mei 1998.

Di kesempatan yang sama, Sandiaga juga mengisahkan jika di Indonesia selalu ada peristiwa besar setiap 20 tahun sekali. Dia mencontohkan 20 tahun lalu sempat ada peristiwa besar.

Sandi mencontohkan tahun 1908, anak-anak muda membentuk gerakan kebangkitan nasional. Di tahun 1928, pemuda juga mengumandangkan Sumpah Pemuda. Hampir 20 tahun setelahnya ada peristiwa kemerdekaan. Setelah itu, Sandi mencontohkan ada peristiwa besar pada 1998, pergantian dari Orde Baru ke era revolusi.

"Izinkan saya menyampaikan 10 sampai 15 menit hal yang penting. 20 tahun yang lalu, Mei 1998 adalah hari-hari penting dalam perjalanan bangsa kita. Antara tanggal 14-21 Mei terjadi perubahan politik yang sangat cepat. Masih pada ingat?," kata Sandi mengawali kisahnya, Rabu (15/5/2019).


"Sejumlah korban jatuh, beberapa diantaranya mahasiswa, adik-adik generasi muda harapan kita. Tekanan massa saat itu membawa bangsa kita suatu pada tatanan baru yang kita kenal sebagai era reformasi," lanjutnya.

Meski memakan korban, Sandi menyebut hal tersebut menghasilkan sebuah kemerdekaan demokrasi di Indonesia. Demokrasi ini berarti kedaulatan sepenuhnya di tangan rakyat.

"Demokrasi artinya kedaulatan di tangan rakyat, bukan di tangan penguasa. Pemimpin negara dipilih oleh? Rakyat. Dan kepada siapa dia harus bertanggung jawab? Rakyat," imbuh Sandi.

Untuk itu, Sandi menyebut bulan Mei 1998 merupakan titik penting bagi Indonesia. Dia mengatakan Indonesia selalu mengalami siklus sejarah setiap 20 tahun.

"Mei 1998 juga merupakan titik penting, batu pijak penting dalam perjalanan sejarah kita. Sejak masa perjuangan kemerdekaan kita, kita mengalami siklus sejarah setiap 20 tahun. Setiap dua puluh tahun hampir ada perubahan besar dalam perjalanan sejarah," ucap Sandi.


Sandi pun mempertanyakan kepada relawan, usai 20 tahun reformasi, apa yang terjadi pada demokrasi Indonesia. Dia menyebut, pesta demokrasi ini masuk sejarah pemilu paling memprihatinkan dan memakan korban terbanyak.

"Kini 20 tahun setelah reformasi, bagaimana saya mau tanya demokrasi kita? Melihat Pemilu 2019 bagaimana keadaan demokrasi kita? Saya ingin mengulang apa yang sampaikan di Sahid. Kita baru melewati proses penyelenggaraan pemilu 2019 tanggal 17 April semakin nyata Pemilu 2019 sejumlah catatan yang memprihatinkan sejarah mencatat inilah pemilu dan paling memakan korban. Lebih dari 600 penyelenggara Pemilu wafat," pungkasnya.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed