Pleno KPU Malang Diwarnai Protes Perhitungan Suara oleh Saksi PKS

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 04 Mei 2019 20:13 WIB
Rapat pleno rekapitulasi KPU Malang diinterupsi saksi PKS (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara KPU Kabupaten Malang diwarnai protes saksi dari PKS. Mereka menganggap penghitungan pada plano C1 tidak sinkron dengan data internal mereka. Jika tak divalidasi, maka mereka terancam kehilangan kursi di DPRD Kabupaten Malang.

Protes berlangsung disaat penghitungan kotak suara untuk Kecamatan Lawang. Saksi dari PKS tiba-tiba melayangkan interupsi. Ketua KPU Santoso sebagai pimpinan langsung memberikan waktu.

Aksi ini memicu protes para saksi dari partai politik lain. Mereka menginginkan agar pleno tetap dilanjutkan. Persoalan yang dibawa saksi PKS diminta diselesaikan di tempat lain. Perdebatan terjadi hingga membuat gaduh tempat penghitungan yang memanfaatkan ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Malang.


Ketua DPD PKS Kabupaten Malang Irfan Yuli Prasetyo mengatakan, protes dilakukan karena pihaknya mengindikasi adanya perbedaan data C1 dengan DAAA1 di daerah pemilihan yakni Lawang.

"Jadi ada proses yang terlewati di Lawang itu, antara hasil rekapitulasi DAAA1 plano ke DAAA1 berkas tak kunjung diverifikasi. Karena itu kami kemudian ingin dilakukan validasi, sebab berpotensi menghilangkan peluang kursi di DPRD Kabupaten Malang," terang Irfan ditemui di lokasi penghitungan, Sabtu (4/5/2019).

Pihaknya menganggap ada proses yang sengaja dilewati, yakni memverifikasi kedua data tersebut. Sehingga bisa dianggap berpotensi menciptakan pelanggaran.

"Dan yang kami lakukan tadi, agar meminta dilakukan validasi antara DAAA1 dan C1 plano. Jika sudah dilakukan bisa menerima, sama-sama legowo," tuturnya.

Irfan menegaskan protes yang dilayangkan murni persoalan sinkron data untuk Pileg 2019 merebutkan kursi DPRD Kabupaten Malang. Karena PKS terancam kehilangan kursi yang sudah ditargetkan yakni sebanyak 3 kursi.


"Jika ini tidak diverifikasi dengan benar, antara kedua data itu. Kami bisa kehilangan kursi, padahal kami optimis bisa meraih tiga kursi di DPRD Kabupaten Malang," tandasnya.

Irfan juga menyebut, indikasi penggelembungan suara cukup kuat, karena persoalan itu. Bahkan partainya diperkirakan kehilangan 200 suara yang disinyalir meloncat ke partai lain.

"Jadi ada tiga partai, salah satunya PKS. Kami tidak bisa menyebut suara kami hilang ke partai mana. Biar nanti proses pengulangan yang menjawab," tegasnya.

Ketua KPU Santoso memutuskan penghitungan suara Pileg untuk Kecamatan Lawang dihentikan sementara. Kini pleno melanjutkan penghitungan untuk kecamatan lain. Sampai sore ini, penghitungan hanya menyisakan empat kecamatan dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang. (iwd/iwd)