DetikNews
Kamis 02 Mei 2019, 17:57 WIB

Berkas Money Politics Caleg Demokrat di Malang Dilimpahkan ke Bawaslu

Muhammad Aminudin - detikNews
Berkas Money Politics Caleg Demokrat di Malang Dilimpahkan ke Bawaslu Kantor Bawaslu Kabupaten Malang/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Kasus dugaan money politics yang menyeret dua caleg Partai Demokrat terus bergulir. Berkas sudah dilimpahkan ke Bawaslu Kabupaten Malang.

Sebelumnya, penanganan perkara digelar Panwascam Turen. Yakni setelah menangkap basah seorang pelaku yang membagikan amplop berisi uang di masa tenang jelang Pemilu 2019.

"Berkas baru dilimpahkan ke sini oleh Panwascam. Nantinya kita akan melakukan kajian sebelum menggelar rapat pleno sebagai tindak lanjut dari perkara tersebut," kata Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Malang George Da Silva kepada wartawan di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (2/5/2019).

Menurut George, mengacu kepada mekanisme penanganan perkara pelanggaran pemilu, kajian disertai pleno akan menentukan tindak lanjut dari penanganan perkara.


Sejauh ini, Panwascam Turen sudah memanggil beberapa saksi untuk dilakukan klarifikasi. Selama proses itu, pengawas didampingi pihak kepolisian beserta kejaksaan yang tergabung dalam Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

"Panwascam Turen sebelumnya sudah mengundang beberapa saksi, termasuk dua caleg dari Partai Demokrat. Kita nantinya akan mempelajari kembali berkas tersebut, selama penanganan Gakkumdu turut mendampingi," imbuhnya.

Menurutnya, sampai hari ini pihaknya belum dapat menghadirkan pelaku yang diketahui bernama Juwita. Perempuan yang tertangkap sedang membagikan amplop itu merupakan warga Dusun Bokor, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

"Sampai empat kali diundang, Juwita diduga membagi amplop berisi uang tak hadir. Itu hak dia sebenarnya, karena kita ingin meminta klarifikasi. Tapi alangkah bagusnya yang bersangkutan bisa hadir untuk memberikan keterangan," tambah George.

Ia menyampaikan, kedua caleg dari Partai Demokrat sudah memenuhi undangan yang dikirimkan oleh Panwascam Turen. Namun, George enggan membeberkan keterangan kedua caleg saat dilakukan klarifikasi.


"Kedua caleg sudah datang memenuhi undangan. Beberapa pertanyaan yang kita berikan sudah dijawab sebagai bentuk klarifikasi," lanjut George.

Kedua caleg yang terseret dugaan money politics Yakni Tono dan Nurseto Budi Santoso. Tono merupakan caleg DPRD Kabupaten Malang Dapil II yang meliputi wilayah Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit dan Turen.

Sedangkan Nurseto merupakan Caleg DPR RI yang terdaftar di Dapil V yang meliputi wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu. Keduanya merupakan caleg dari Partai Demokrat.

Pemanggilan keduanya berdasarkan barang bukti amplop berisi uang Rp 40 ribu yang mencantumkan kode penggalangan suara untuk kedua calon legislator itu. Pihak-pihak yang terlibat dengan perkara itu bisa terjerat Undang-Undang (UU) Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, Pasal 523 ayat (2) juncto Pasal 278 ayat (2). Bahwa selama masa tenang Pemilu, pelaksana, peserta, atau tim sukses atau kampanye dilarang menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya, memilih pasangan calon, memilih partai politik peserta Pemilu tertentu, dan memilih calon anggota DPR/DPRD/DPD tertentu. Jika mereka melanggar, maka akan diberi sanksi yang ancamannya penjara paling lama 4 tahun kurungan penjara, dan denda paling besar Rp 48 juta.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed