Konvoi Kelulusan di Hardiknas, Puluhan Pelajar SMA di Lamongan Ditindak

- detikNews
Kamis, 02 Mei 2019 15:07 WIB
Para siswa yang ditindak polisi saat konvoi (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Hari Pendidikan Nasional di Lamongan dicederai aksi konvoi pelajar yang ingin merayakan kelulusan. Aksi puluhan pelajar ini ditindak polisi.

Sebanyak 27 pelajar dari berbagai SMA di Lamongan harus berurusan dengan polisi karena melakukan aksi konvoi yang keberadaannya mengganggu pengguna jalan lainnya. Para pelajar kelas XII itu ditangkapi anggota Sat Sabhara Polres Lamongan di sejumlah ruas jalan.

"Mereka kami amankan ketika sedang berkonvoi mengganggu pengguna jalan lainnya," kata Kasat Sabhara Polres Lamongan, AKP Beni Ulang kepada wartawan di Mapolres Lamongan, Kamis (2/5/2019).

Tak hanya berkonvoi, lanjut Beni, ada juga pelajar yang menabrak pengguna jalan lainnya, yaitu Aggara Putra (18) SMK PGRI yang menabrak M Imran Saputra (21) warga Made Karyo. Penabrak dan korban sama-sama mengalami luka di bagian kakinya dan harus mendapat perawatan di klinik Polres.

"Kami akan intens melakukan patroli, utamanya untuk mengantisipasi tindakan tidak elok para siswa menjelang hingga pasca pengumuman kelulusan nanti. Sebab apa yang dilakukan para siswa dengan menggelar konvoi ini sangat mengganggu ketertiban," tegasnya.

Dikatakan Beni, para siswa yang terjaring ini dikumpulkan di pelataran Mapolres Lamongan untuk didata dan dibina. Sat Sabhara, kata Beni, juga melibatkan anggota Sat Lantas untuk menangani pelanggaran Lalin yang dilakukan para siswa ini. Pasalnya, kata Beni, semua sepeda motor yang dipakai untuk konvoi tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi.


Foto: Eko Sudjarwo


"Semuanya belum memiliki surat ijin mengemudi (SIM), dan sebagian juga tidak dilengkapi STNK dan karena ada pelanggarannya ya ditilang," tegas Beni.

Selain harus menerima surat tilang, para siswa ini juga harus menerima ketika motor mereka ditahan dan diambil jika sudah menjalani proses sidang. Praktis para siswa tidak bisa membawa pulang motor mereka meski ada yang siswa yang merengek-rengek agar sepeda motornya bisa dibawa pulang.

"Para pelajar ini kami minta untuk membuat surat pernyataan dan membubuhkan tanda tangan di atas meterai yang isinya tidak akan mengulangi perbuatannya," terang Beni.

Sementara, salah seorang pelajar yang terpaksa harus berada di Mapolres Lamongan, Rudi mengaku, mereka mengaku menggelar konvoi untuk merayakan kelulusan meski hingga saat ini belum ada pengumuman kepastian tentang kelulusan. Selain konvoi, para pelajar ini juga melakukan aksi corat-coret baju menggunakan cat semprot.

"Merayakan kelulusan mas," kata salah satu siswa lirih. (Eko Sudjarwo/iwd)