detikNews
Kamis 02 Mei 2019, 14:40 WIB

Kelompok Berbaju Hitam-hitam Coret-coret Jembatan di Malang Diburu Polisi

Muhammad Aminudin - detikNews
Kelompok Berbaju Hitam-hitam Coret-coret Jembatan di Malang Diburu Polisi Kelompok serba hitam sedang melakukan vandalisme di Jembatan Majapahit/Foto file: Istimewa
Malang - Sekelompok orang berbaju hitam-hitam mencoret-coret Jembatan Majapahit, Kota Malang. Aksi mereka terekam dalam video yang beredar di media sosial. Polisi tengah menyelidiki identitas para pelaku.

"Kita lagi proses penyelidikan. Dengan harapan identitas mereka bisa segera terungkap," ujar Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dihubungi detikcom, Kamis (2/5/2019).

Proses penyelidikan dengan mendalami barang bukti yang telah dimiliki. Salah satunya rekaman video yang beredar di media sosial. "Masih kita dalami juga identitas terduga pelaku pencoretan itu," imbuh Komang.


Jembatan Majapahit telah ditetapkan sebagai cagar budaya di Kota Malang. Aksi vandalisme tersebut dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 dan Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Cagar Budaya.

"Jembatan Majapahit masuk dalam cagar budaya. Tentunya dengan mencoret bagian jembatan melanggar undang-undang dan Perda tentang cagar budaya," kata Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang Agung Harjaya Buana terpisah.

Pihaknya berharap, identitas para pelaku segera terungkap agar bisa mendapatkan ganjaran dari perbuatan yang sudah dilakukan. "Tentunya kami berharap para pelaku bisa teridentifikasi dan ditangkap. Karena yang menjadi sasaran vandalisme adalah cagar budaya yang seharusnya dilestarikan," tambah Agung.

Ia menambahkan bersama masyarakat peduli cagar budaya tengah menyelidiki akun pengunggah video di media sosial. Orang itu diduga mengetahui sekelompok berbaju hitam yang melakukan corat-coret pada dinding jembatan, Rabu (1/5).


"Kami juga berusaha menemui perekam video. Dari mana bisa memiliki video itu, jika merekam sendiri kami ingin mengetahui siapa saja yang berada di sana saat kejadian," lanjut Agung.

Saat ini, rupa dinding jembatan sudah kembali ke warna asal yakni putih. Coretan cat dengan warna hitam bertulis 'tolak upah murah' sudah tak terlihat kembali. Agung mengaku, sekelompok masyarakat peduli dengan cagar budaya telah menggelar aksi menghapus coretan yang sebelumnya ada.

"Sudah dihapus dengan menutupnya dengan cat sesuai warna asli. Ini dilakukan oleh masyarakat yang memang peduli dengan cagar budaya. Siang ini kami akan datang kembali ke lokasi dan memperbaiki bagian lain yang menjadi sasaran vandalisme," pungkas Agung.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed