DetikNews
Kamis 02 Mei 2019, 13:01 WIB

Tiga Penjual Benih Jagung Bersubsidi Diringkus, Satu Masih Buron

Hilda Meilisa - detikNews
Tiga Penjual Benih Jagung Bersubsidi Diringkus, Satu Masih Buron Satgas pangan Polda Jatim mengungkap penjualan benih jagung bersubsidi (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Satgas Pangan Polda Jatim menangkap tiga oknum penjual benih jagung bersubsidi. Benih tersebut diganti dengan kemasan dan merek baru. Dari jagung Hibrida Bisi 228 menjadi jagung hibrida Bisi 18.

Polisi mengamankan tiga pelaku yang ketiganya memiliki peran yang berbeda. Mereka adalah Bayu sebagai pemasaran dan Afandi sebagai pemodal. Kedua pelaku tersebut merupakan warga Kediri. Sementara satu pelaku lain adalah Rozi. Peran Rozi dalam kasus ini adalah sebagai pemasok atau yag mencari benih jagung.

Direskrimsus Polda Jatim Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengatakan pihaknya menyita 1.060 kilogram jagung subsidi. Jagung subsidi yang harusnya dibagikan gratis, dijual pelaku secara online dan offline seharga Rp 28 ribu per kilogram.

"Kasus ini sejak April 2019. Barang bukti 1.060 kg jagung subsidi yang dipersiapkan pelaku. Tiga tersangka kita lakukan tangkap paksa, dan penahanan untuk upaya penyidikan," kata Yusep yang juga merupakan Ketua Satgas Pangan Polda Jatim saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (2/4/2019).

"Modus operandi dengan mengubah kemasan dan menjual ke masyarakat. Kalau harga subsidi ya gratis, tidak ada biaya. Kemudian diperjualbelikan pelaku kepada masyarakat yang tidak paham. Modusnya mengganti kemasan, dengan pengemasan tersebut lebih laku di pasaran," imbuhnya.

Sementara itu, polisi juga masih memburu satu tersangka berinisial SW. Dalam keterangannya, Rozi atau pemasok mengaku mendapat jagung dari SW. Dari penjualan benih jagung ini, pelaku pun memiliki omzet jutaan rupiah.


Pelaku penjualan benih jagung ada tiga yang tertangkap, 1 buronPelaku penjualan benih jagung ada tiga yang tertangkap, 1 buron (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)


Yusep menambahkan adanya penyimpangan penjualan benih jagung ini, dikhawatirkan bisa memiliki dampak lain. Pasalnya, jagung merupakan pakan ternak ayam. Sementara jika pasokan pakannya terganggu, tentu akan mempengaruhi pasokan ayam hingga telur di masyarakat.

"Kasus penyimpangan jagung ini sangat sensitif karena akan berdampak terhadap para peternak ayam, unggas dan pengguna jagung ini. Apabila jagung ini bermasalah akan bermasalah kepada telur atau ayam," lanjut Yusep.

Sementara itu, Kepada Dinas Pertanian Hadi Sulistyo menambahkan memang ada aturan khusus yang melarang penjualan jagung bersubsidi. Selama ini, pihaknya telah melakukan beberapa tahapan sebelum membagikan jagung subsidi ini.

"Untuk jagung subsidi ini tidak boleh diperjualbelikan, sebelum diproses kami menerima CPCL, calon petani calon lokasi. Sudah disahkan kepala dinas setempat. Setelah kita cairkan bantuan subsidi benih jagung sudah harus ditanam, karena CPCL sudah ada, ndak boleh jalan-jalan. Saya ingin diproses secara hukum, karena akan merugikan petani," ucap Hadi.

Di kesempatan yang sama, polisi menyita 1.060 kilogram benih jagung Hibrida Bisi 18, 466 kilogram benih jagung tanpa label, uang tunai Rp 665.000, tiga handphone hingga dua bendel nota penjualan.

Sementara ketiga pelaku disangkakan melanggar pasal 110 Jo Pasal 36 UU No 7 tahun 2014 tentang perdagangan, pasal 60 ayat 1 huruf c dan i Jo Pasal 13 pasal 16 UU Nomor 13 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman dan Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat a1 huruf i UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed