detikNews
Senin 29 April 2019, 16:59 WIB

ASN Banyuwangi Dibekali Pemahaman Kecenderungan Generasi Milenial

Ardian Fanani - detikNews
ASN Banyuwangi Dibekali Pemahaman Kecenderungan Generasi Milenial Bupati Anas/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Pertumbuhan generasi milenial yang mendominasi berbagai bidang, perlu dipahami berbagai pihak. Jika tak bisa beradaptasi dengan kecenderungan generasi yang lahir antara dekade 80-an hingga 90-an akhir itu, bersiap-siaplah tergerus zaman.

Hal itu tidak hanya berlaku di dunia bisnis, tapi juga di bidang pelayanan. Seperti halnya dalam bidang pelayanan yang diberikan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Untuk memahami perilaku milenial tersebut, Pemda Banyuwangi menggelar seminar bersama Yuswohadi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Ratusan ASN di lingkungan Sekretariat Pemda Banyuwangi, Camat hingga Lurah antusias mengikutinya.


"Tidak hanya Jakarta dan Bandung yang memahami wacana tentang milenial, tapi kita yang di Banyuwangi juga harus tahu tentang wacana ini," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di depan ribuan ASN.

ASN Banyuwangi, harap Anas, bisa meningkatkan kapasitas diri untuk menyesuaikan dengan tren milenial tersebut. "Kita harus cepat membaca tren. Jangan sampai tergerus oleh perubahan. Kita dituntut berubah, karena yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri," imbuhnya.

Yuswohadi yang merupakan penulis buku Millennials Kill Everything menyebutkan, ada 50 industri hingga jasa yang sedang berkembang akan sirna digerus milenial. Hal tersebut diakibatkan oleh millennial and technology disruption.

Salah satu contohnya adalah moda transportasi. Saat ini sudah banyak transportasi konvensional yang tergeser oleh transportasi digital. "Kecenderungan milenial adalah ingin yang serba cepat, suka berbagi dan serba digital inilah yang menyebabkan perubahan drastis dalam industri dan jasa," ujarnya.


Perubahan tren milenial tersebut, lanjut Yuswohadi, menjadi hal yang perlu dipahami. Seperti halnya dalam pengembangan pariwisata yang menjadi fokus Pemda Banyuwangi. Wisata menjadi salah satu kegemaran milenial. Namun, mereka menghendaki wisata yang menyajikan pengalaman yang seru dan baru.

Dari tren wisata milenial tersebut, industri pariwisata juga mengalami disruption. Hotel yang digeser oleh homestay, pemandu wisata yang tergantikan dengan peta digital dan berbagai produk teknologi digital.

"Jika Banyuwangi ingin menyasar milenial dalam pengembangan wisatanya, maka trend-trend tersebut harus dibaca dengan baik," pungkas Yuswohady.


Simak Juga 'Melihat Kemeriahan Festival Kebaya di Banyuwangi':

[Gambas:Video 20detik]


(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com