detikNews
Senin 29 April 2019, 07:59 WIB

Teh Daun Kelor Ternyata Bisa Memperlancar Air Susu Ibu Lho

Eko Sudjarwo - detikNews
Teh Daun Kelor Ternyata Bisa Memperlancar Air Susu Ibu Lho Wiwin Ernawati (30), pembuat teh daun kelor/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Daun kelor yang biasanya hanya digunakan untuk sayuran, ternyata memiliki nilai lebih jika diolah menjadi teh. Teh daun kelor dipercaya bisa melancarkan ASI.

Itulah yang dilakukan Wiwin Ernawati (30) warga Kecamatan Sugio. Wiwin mengolah daun kelor menjadi teh yang kaya akan manfaat.

"Pertama kalinya melihat banyaknya daun kelor berada di belakang rumah yang tak dimanfaatkan. Selama ini, kami hanya memanfaatkannya untuk sayuran," kata Wiwin dalam perbincangannya dengan wartawan, Sabtu (27/4/2019).

Kalau sekadar dibuat sayuran, lanjut Wiwin, maka daun kelor tersebut tidak akan bisa bertahan lama. Dari situ timbul pemikiran untuk memberi sentuhan lebih pada daun kelor ini.


"Kalau hanya dibuat sayur, pagi membuat sore sudah basi dan tidak bisa dimakan lagi," imbuh Wiwin.

Berawal dari keinginannya untuk mendapatkan manfaat lebih dari daun kelor, ia akhirnya belajar dan mengerti kalau daun tersebut bisa melancarkan Air Susu Ibu (ASI). Wiwin kemudian berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan Lamongan mengenai hal ini.

"Saya kemudian sharing dengan Dinas Kesehatan Lamongan mengenai manfaat daun kelor ini hingga akhirnya diperoleh kesimpulan kalau daun kelor bisa digunakan sebagai teh asalkan prosesnya baik," ujarnya.

Mengapa diolah menjadi Teh seduh? Wiwin menyebut ia sengaja mengkreasikan daun kelor tersebut agar bisa dipakai setiap saat dan tidak mudah basi. Dari hasil studi dan sharing, Wiwin juga mengetahui kalau daun kelor sangat baik dikonsumsi oleh ibu menyusui. Untuk bisa menjadi teh seduh daun kelor, Wiwin mengambil daun kelor yang pucuk dan yang ada di tengah. Setelah diambil, daun dibersihkan terlebih dahulu dan dikeringkan dalam suhu ruangan.

"Setelah mendapatkan ilmu tentang manfaat daun kelor itu, saya kemudian mempraktikkan dengan mengambil daun kelor yang pucuk dan tengah yang ada di belakang rumah saya," ungkap ibu 2 anak ini.



Pengeringan, kata Wiwin, dilakukan selama kurang lebih dua minggu lamanya agar daun kelor benar-benar kering dan bagus. "Jangan sampai pada saat pengeringan tersebut terkena sinar matahari langsung karena kalau terkena secara langsung, kandungan yang ada di daun akan hilang," terang Wiwin.

Selama proses penjemuran, lanjut Wiwin, daun kelor akan berubah menjadi kuning gelap tak seperti teh pada umumnya yang berwarna merah. Kalaupun diseduh, kata Wiwin, pada saat pemberian air hangat warna teh daun kelor ini juga tidak akan sama dengan warna teh pada umumnya.

"Teh daun kelor ini setelah diseduh dengan air akan menjadi berwarna oranye dan rasanya mirip dengan teh hijau," papar Wiwin yang menjual teh daun kelor ini perbungkusnya seharga Rp 7.500 dengan berat 25 gram.

Saat ini, Wiwin baru menjual teh daun kelor ini di kalangan tertentu dan beberapa kota sekitar Lamongan saja. Pasalnya, Wiwin masih belum mengantongi izin dari BPOM karena masih dalam proses pengurusan.

"Kalau sekarang masih belum bisa memunculkan khasiat dari dalam daun kelor tersebut karena masih menunggu izin dari BPOM terlebih dahulu," pungkas Wiwin yang mengaku terkendala biaya untuk pengurusan izin ke BPOM.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +